detikcom
Minggu, 04/11/2012 01:05 WIB

Tak Mudah Pindahkan Maktab Haji Indonesia ke Titik Terdepan

Luhur Hertanto - detikNews
Halaman 1 dari 2
Terowongan baru penghubung kompleks maktab jemaah haji dengan gedung tempat pelemparan jumaarat (Foto: Luhur/detikcom)
Jakarta - Kompleks maktab jemaah haji reguler Indonesia di Mina sebenarnya sudah berada barisan terdepan bila dibandingkan negara-negara lainnya. Namun jaraknya dengan tempat pelemparan jumaraat yang kurang lebih 3 Km dianggap masih terlalu jauh.

Demikian kata Ketua Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH), Syairozi Dimyathi, tentang usulan Komisi VIII DPR dalam rapat evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 1433H/2012. Rapat berlangsung di Kantor KJRI, Jeddah, Arab Saudi.

"DPR minta agar maktab jemaah kita di Mina dipindahkan ke yang lebih dekat lagi. Kita dukung usulan itu, silahkan saja dilobi langsung oleh pemerintah kepada kerajaan," ujar Syairozi, Sabtu (3/11/2012).

Menurutnya, pemindahan lokasi maktab ke titik terdekat merupakan solusi sapu jagat terhadap berbagai masalah di lapangan. Berbagai masalah itu antara lain penumpukan jemaah akibat yang menunggu bus commuter, banyaknya jumlah jemaah haji yang tersesat, hingga kesehatan fisik bisa lebih terjaga sebab jemaah haji lansia tidak terlalu lelah berjalan menuju lokasi pelemparan jumaraat dan Masjidil Haram.

Menurutnya, penetapan lokasi maktab sepenuhnya merupakan kebijakan kerajaan Arab Saudi. Sudah sering sekali dilakukan pendekatan langsung oleh Pemerintah RI agar lokasi maktab Indonesia dipindah ke tempat yang lebih dekat lagi, tapi sejauh ini realisasinya memang sangat sulit.

Ada beberapa kendala yang cukup rumit dalam urusan memindahkan lokasi maktab jemaah haji reguler ke titik terdekat. Sekarang ini lokasi terdekat dengan tempat pelemparan jumaraat berjarak sekitar 500 meter dan sudah ditetapkan sebagai maktab bagi jemaah haji VVIP.

"Semakin dekat jaraknya, semakin mahal sewanya. Untuk mendapat tempat di situ, setiap jemaah haji VVIP dikenai biaya SR 2400 (SR 1 = Rp 2700). Apa mungkin jemaah haji reguler kita ditambahkan lagi beban biayanya? Selain itu luas lahannya kecil, sedangkan jemaah kita besar sekali," papar Syairozi.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(lh/trq)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%