Detik.com News
Detik.com

Sabtu, 03/11/2012 12:27 WIB

BKKBN: 1 Kasus Pendarahan Akibat Vasektomi dari 1.575 Peserta Itu Kasuistis

Niken Widya Yunita - detikNews
BKKBN: 1 Kasus Pendarahan Akibat Vasektomi dari 1.575 Peserta Itu Kasuistis
Jakarta - Jika dilakukan secara prosedural maka vasektomi bukanlah operasi yang punya risiko tinggi. Oleh karena itu Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melihat kasus insiden dalam program vasektomi serentak di Medan sangat kasuistis.

"Kalau ada satu kasus dari 1.575 itu kasuistis. Itu bukan penghambat perjuangan. Kalau kita presentasikan 1:1.575 hanya sekitar 0,0006 persen," ujar Kabag Humas Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kusmana ketika dihubungi, Sabtu (3/11/2012).

Menurut Kusmana, terkadang masyarakat terlalu terkaget-kaget dengan adanya korban dari vasektomi. Padahal vasektomi yang dilakukan sudah sesuai dengan prosedur.

Bahkan, BKKBN Wilayah Sumatera Utara (Sumut), sudah mengkonfirmasi hal itu pada BKKBN pusat. Peserta vasektomi juga sudah memperoleh informasi yang akurat.

Atas adanya korban, lanjut Kusmana, pihak BKKBN Sumut juga sudah melakukan tindakan. Korban ditangani dokter ahli di RS di Medan.

"Pertama, sudah dilakukan tindakan dengan ditangani dokter ahli di RS di Medan. Kedua, semua kebutuhan keluarga ditanggung pemerintah. Ketiga, dilakukan perawatan optimal, setelah selesai akan dipulangkan dari RS," terang Kusmana.

Bagaimana dengan adanya korban vasektomi yang masih bujang? "Informasi ini saya belum dapat," ucap Kusmana.

Vasektomi serentak yang digelar Pemkot Medan dan BKKBN dilaksanakan pada 23 dan 24 Oktober lalu. Ada 1.575 peserta yang ikut serta kegiatan ini. Malang bagi GA (48), SDR (40) dan MUH (45), ketiganya mengalami pendarahan setelah ikut vasektomi dan dirawat di rumah sakit.

Korban vasektomi serentak demi rekor MURI itu sudah mengajukan somasi kepada Pemkot Medan selaku pelaksana kegiatan.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(nik/gah)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
90%
Kontra
10%