Jumat, 02/11/2012 16:18 WIB

Hari ke-18 Jokowi

Restui 6 Tol, Jokowi Dianggap Pro Orang Kaya di Jakarta

Ferdinan - detikNews
Jakarta - Restu Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), atas rencana pembangunan 6 tol dalam kota di Jakarta, dianggap berpihak kepada orang kaya. Pembangunan tol dalam kota dikhawatirkan akan memicu meningkatnya pembeliaan mobil pribadi.

"Kami menolak 6 ruas jalan tol baru di Jakarta karena tidak akan menyelesaikan masalah. Kalau dibuat 6 jalan tol akan menimbulkan kemacetan baru dan akan mengundang orang membeli mobil baru," ujar anggota Dewan Transportasi Kota Jakarta, M Budi Susandi, di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakpus, Jumat (2/11/2012).

Penolakan juga diungkapkan Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbel/KPBB, Ahmad Safrudin.

Menurut dia, Jokowi dan dinas terkait seharusnya mengutamakan sistem manajemen transportasi.

"Raperda yang dibuat Pemprov DKI malah memfasilitasi penggunaan kendaraan pribadi, misalnya membangun 6 jalan tol. Kalau perlu pembangunan jalan tol layang harus dimoratorium, sebelum Pemprov DKI menyediakan angkutan umum yang memadai," tutur Ahmad Safrudin.

Penyusunan konsep sistem transportasi, menurutnya, harus diutamakan untuk mengurai tingkat kemacetan di Ibukota. Salah satu caranya, Pemprov DKI harus menyediakan angkutan umum yang aman, nyaman dan terjadwal. "Ini bisa jadi trigger mengatasi kemacetan," katanya.

Selain itu, pembatasan penggunaan kendaraan pribadi, kata Ahmad, harus diakomodir dalam Rancangan Peraturan Daerah bidang transportasi.

"Yang dibatasi bukan kepemilikannya tapi penggunaan termasuk bila kendaraan masuk ke pusat kota," imbuhnya.

Pembatasan penggunaan mobil pribadi dapat dilakukan dengan memberlakukan electronic road pricing. "Selain itu dengan parking management, scraping (menghapus) kendaraan yang sudah uzur," tuturnya.

Rencana pembangunan 6 ruas tol layang dalam kota rencananya akan dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum. Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak mengatakan rencana ini telah mendapat dukungan termasuk dari Gubernur Jakarta.
Enam ruas jalan tol layang itu akan dibangun di Kemayoran - Kampung Melayu (9,6 km), Duri Pulau - Kampung Melayu (11,4 km), Sunter - Rawabuaya - Batu Ceper (22,9 km), Sunter - Pulo Gebang - Tambelang (25,73 km), Pasar Minggu - Casablanca (9,5 km), Ulujami - Tanah Abang (8,270 km).

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fdn/aan)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
65%
Kontra
35%