Detik.com News
Detik.com
Jumat, 02/11/2012 10:25 WIB

Pembahasan UMP DKI 2013 Alot, Ahok Pasang Muka Serius

Ahmad Juwari - detikNews
 Pembahasan UMP DKI 2013 Alot, Ahok Pasang Muka Serius
Jakarta - Muka Wagub DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berubah menjadi serius usai bertemu buruh DKI untuk membahas Upah Minimum Provinsi (UMP) 2013. Pembahasan UMP 2013 masih alot.

Ahok dijadwalkan membuka sidang untuk membahas Kebutuhan Hidup Layak dan UMP 2013 di ruang tamu Wagub di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (2/11/2012).

Sidang dihadiri Dewan Pengupahan Daerah DKI Jakarta dan sekitar 30 buruh yang berasal dari Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Forum Buruh Jakarta, Federasi Serikat Buruh Indonesia, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia, dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

Ahok yang mengenakan batik coklat membuka sidang sekitar pukul 08.30 WIB. Namun sekitar pukul 09.00 WIB Ahok dan perwakilan buruh keluar dan menuju ruangan kerja Ahok di tempat yang tidak terlalu jauh.

Saat menuju ruang kerjanya, Ahok belum mau diwawancarai. Ahok memasang wajah serius.

"Menteri saja setuju dengan upah Rp 2 jutaan," teriak salah satu perwakilan buruh usai bertemu Ahok di ruang tamu Ahok.

Perwakilan Federasi Serikat Buruh Indonesia, Bayu Murnianto, mengatakan, pihaknya menuntut UMP 2013 Rp 2,7 juta hingga Rp 2,8 juta.

"Hal ini berdasarkan pertemuan Majelis Perserikatan Buruh Indonesia dengan Pak Menteri. Kita meminta naik 12 persen," kata Bayu.



(nik/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%