detikcom

Jumat, 02/11/2012 00:01 WIB

Kebakaran Pabrik di Medan Dipicu oleh Ledakan Boiler

Khairul Ikhwan - detikNews
Medan - Polisi sudah melakukan penyelidikan awal di lokasi kejadian kebakaran pabrik di Kawasan Industri Medan (KIM) 1, Sumatera Utara (Sumut). Ledakan mesin pemanas air atau boiler diduga sebagai pemicu utama kebakaran.

Kepala Kepolisian Resor (Polres) Pelabuhan Belawan, AKBP Endro Kiswanto menyatakan, penyelidikan menyeluruh akan dilakukan nanti guna menemukan penyebab kebakaran yang menewaskan dua orang ini. Hanya saja informasi awal sudah diperoleh dari beberapa saksi yang dimintai keterangannya.

"Asal api dari ledakan boiler pabrik," kata Endro Kiswanto kepada wartawan di lokasi kejadian, Kamis (1/11/2012).

Hingga pukul 23.50 WIB, api yang membakar pabrik PT Indoglove masih belum juga padam. Sementara puluhan mobil pemadam kebakaran (damkar) milik Pemerintah Kota Medan sudah bolak-balik ke lokasi, dan petugas terus berupaya memadamkan api.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(rul/mad)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%