Jumat, 02/11/2012 00:01 WIB

Kebakaran Pabrik di Medan Dipicu oleh Ledakan Boiler

Khairul Ikhwan - detikNews
Medan - Polisi sudah melakukan penyelidikan awal di lokasi kejadian kebakaran pabrik di Kawasan Industri Medan (KIM) 1, Sumatera Utara (Sumut). Ledakan mesin pemanas air atau boiler diduga sebagai pemicu utama kebakaran.

Kepala Kepolisian Resor (Polres) Pelabuhan Belawan, AKBP Endro Kiswanto menyatakan, penyelidikan menyeluruh akan dilakukan nanti guna menemukan penyebab kebakaran yang menewaskan dua orang ini. Hanya saja informasi awal sudah diperoleh dari beberapa saksi yang dimintai keterangannya.

"Asal api dari ledakan boiler pabrik," kata Endro Kiswanto kepada wartawan di lokasi kejadian, Kamis (1/11/2012).

Hingga pukul 23.50 WIB, api yang membakar pabrik PT Indoglove masih belum juga padam. Sementara puluhan mobil pemadam kebakaran (damkar) milik Pemerintah Kota Medan sudah bolak-balik ke lokasi, dan petugas terus berupaya memadamkan api.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rul/mad)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%