Detik.com News
Detik.com
Jumat, 02/11/2012 00:01 WIB

Kebakaran Pabrik di Medan Dipicu oleh Ledakan Boiler

Khairul Ikhwan - detikNews
Kebakaran Pabrik di Medan Dipicu oleh Ledakan Boiler
Medan - Polisi sudah melakukan penyelidikan awal di lokasi kejadian kebakaran pabrik di Kawasan Industri Medan (KIM) 1, Sumatera Utara (Sumut). Ledakan mesin pemanas air atau boiler diduga sebagai pemicu utama kebakaran.

Kepala Kepolisian Resor (Polres) Pelabuhan Belawan, AKBP Endro Kiswanto menyatakan, penyelidikan menyeluruh akan dilakukan nanti guna menemukan penyebab kebakaran yang menewaskan dua orang ini. Hanya saja informasi awal sudah diperoleh dari beberapa saksi yang dimintai keterangannya.

"Asal api dari ledakan boiler pabrik," kata Endro Kiswanto kepada wartawan di lokasi kejadian, Kamis (1/11/2012).

Hingga pukul 23.50 WIB, api yang membakar pabrik PT Indoglove masih belum juga padam. Sementara puluhan mobil pemadam kebakaran (damkar) milik Pemerintah Kota Medan sudah bolak-balik ke lokasi, dan petugas terus berupaya memadamkan api.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rul/mad)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%