Detik.com News
Detik.com
Kamis, 01/11/2012 13:59 WIB

Kebakaran di Cempaka Putih, 82 Rumah Hangus & 650 Orang Ngungsi

Nur Khafifah - detikNews
 Kebakaran di Cempaka Putih, 82 Rumah Hangus & 650 Orang Ngungsi
Jakarta - Kebakaran permukiman padat penduduk yang terletak di depan Hotel Grand Cempaka, Jl Suprapto, Jakarta Pusat sudah padam. 82 Rumah hangus terbakar akibat peristiwa itu.

"Korbannya ada 650 jiwa dengan 200 KK. Tidak ada korban meninggal. 82 Rumah terbakar," ujar Kasudin Damkar Jakpus Madanih kepada wartawan di Cempaka Baru, Kecamatan Kemayoran, Jakpus, Kamis (1/11/2012).

Menurut Madanih, penyebab kebakaran tersebut belum diketahui dan kini masih dalam penyelidikan. Diduga api muncul dari belakang masjid.

"Katanya muncul api dari belakang masjid, di RT 1. Di situ memang banyak konvensi, ada sekitar 12 rumah. Kalau informasi lebih banyak dari polisi saja," kata Madanih.

Pantauan detikcom, petugas pemadam kebakaran (damkar) sudah menggulung pipa dan bersiap kembali ke pos damkar Jakpus. Pendinginan sudah selesai dilakukan. Api yang membakar rumah sekitar pukul 09.00 WIB kini sudah padam sekitar pukul 13.15 WIB. Rumah hangus habis dan hanya tinggal rangka. Lalu lintas juga sudah tidak macet.

Korban kebakaran berkumpul di halaman DPP PKS Cempaka Baru, yang lokasinya dekat dengan wilayah kebakaran. DPP PKS menyediakan minuman dan kursi.

Sementara barang-barang korban kebakaran sebagian diletakkan di halaman DPP PKS seperti kasur, kipas angin, dan tas berisi pakaian.

"Saya pusing kalau dipikirin mau tinggal di mana. Nanti ada saudara. Yang penting anak istri selamat," ujar Udin warga korban kebakaran yang tinggal di RT 1 ini.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(nik/nwk)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%