detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 13:52 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 01/11/2012 09:27 WIB

Menkum HAM Minta Dahlan Iskan Sebut 'Anggota DPR Pemalak'

Danu Damarjati - detikNews
Jakarta - Menkum HAM Amir Syamsuddin meminta Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mengungkapkan nama-nama oknum anggota Dewan yang memalak BUMN. Hal itu penting dilakukan guna menghindari polemik berkepanjangan.

"Masalahnya, ini sudah menjadi konsumsi publik. Saya kira cara yang terbaik adalah memberikan penjelasan kalau memang ada oknumnya. Saya kira yang terbaik adalah agar isu ini tidak bergulir menjadi liar, tidak ada salahnya dibuka. Dengan cara terbuka itu, saya kira menjadi jelas," ujar Amir dalam temu wartawan di rumah dinasnya di Jl Denpasar, Jakarta Selatan, Rabu (31/10/2012) malam .

Menurut Amir dengan beredarnya polemik ini malah justru akan merugikan Dahlan sendiri. Citra Dahlan di mata publik bisa tercemar.

"Jangan sampai publik menganggap bahwa Pak Dahlan mencoba mengangkat satu isu untuk menutupi isu lainnya. Itu kan harus kita cegah. Kita tahu bahwa selama ini Pak Dahlan ini disayangi publik. Lalu muncul hal seperti ini, sangat disayangkan dan merugikan diri beliau sendiri," papar Amir.

Amir yang juga merupakan anggota Dewan Kehormatan Demokrat ini menyatakan, jika ada anggota Dewan dari Fraksi Partai Demokrat yang terbukti terlibat, partainya siap memberikan hukuman.

"Tidak masalah. Itu tergantung nantinya. Tidak sekadar penyebutan. Tentunya harus disertai bukti. Tapi yang saya dengar Pak Dahlan hari ini sudah membantah bahwa dia yang sampaikan inisial-inisial itu. Jadi sekarang alangkah baiknya dibuka saja," pungkas Amir.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(fjp/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%