Detik.com News
Detik.com

Kamis, 01/11/2012 04:03 WIB

Aparat Tolak Permintaan Pemindahan Desa Balinuraga dari Lampung Selatan

Andri Haryanto - detikNews
Aparat Tolak Permintaan Pemindahan Desa Balinuraga dari Lampung Selatan
Jakarta - Kata kesepakatan damai belum ditemukan di antara dua warga yang bertikai di Lampung Selatan. Sekelompok warga justru mensyaratkan perdamaian dengan memohon dipindahkannya Desa Bali Nuraga dari Lampung Selatan. Sontak permintaan ini ditolak mentah-mentah Kapolda Lampung Brigjen Pol Jodie Rooseto dan Danrem Garuda Hitam Kolonel Amalsyah.

"Syarat itu berat, saya bersedia mengundurkan diri," kata Jodie dalam pernyataannya di hadapan kelompok warga yang bertikai, di Aula Polres Lampung Selatan, Rabu (31/10/2012).

Begitu pula dengan Amalsyah. Menurutnya syarat yang dilayangkan tersebut tidak begitu saja dapat diputuskan dalam forum yang dimaksudkan mencari kaya perdamaian diantara warga yang terlibat dalam pertikaian dan menelan 12 korban jiwa.

"Bicara soal transmigrasi itu urusan Presiden apalagi memeindahkan kampung," ujar Amalsyah.

Sebelumnya, pertemuan yang diprakarsai Kapolda Lampung dan Danrem Garuda Hitam dalam mencari kata sepakat berdamai antar dua kelompok warga belum membuahkan hasil. Warga mendesak kelompok warga di Bali Nuraga dipindahkan dari kawasan yang saat ini mereka huni.

"Semua elemen masyarakat menuntut kita siap berdamai tapi minta satu syarat. Permintaan warga Lampung Selatan, khusus untuk Bali Nuraga mohon dipindahkan atau di transmigrasikan ke Kalimantan, Sumsel," kata Kepala Desa Cangu, Kalianda, Irwan Erwandi, di Aula Polres Lampung Selatan, Rabu (31/10/2012).

Hal ini didasari kepada pernyataan damai yang ada sebelumnya, menyusul bentrok warga di Napal Januari 2012 lalu.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ahy/fjp)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Dukung Ahok Lawan Begal APBD DKI!

Perseteruan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) dan DPRD DKI perihal 'dana siluman' dalam APBD 2015 menjadi perhatian publik. Berbagai gerakan warga dilancarkan untuk mendukung Ahok melawan begal APBD. Di sudut-sudut jalan terdapat berbagai spanduk mendukung Ahok. Salah satunya spanduk "#Kami Adalah Ahok, Lawan Begal APBD". Bila Anda setuju gerakan warga mendukung Ahok, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%