Detik.com News
Detik.com
Senin, 29/10/2012 18:45 WIB

Ribuan Penyerang Desa Balinuraga Bubar, Kondisi Lampung Selatan Kondusif

Andri Haryanto - detikNews
Ribuan Penyerang Desa Balinuraga Bubar, Kondisi Lampung Selatan Kondusif
Jakarta - Ribuan warga yang menyerang Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, Lampung Selatan, akhirnya membubarkan diri. Mereka dihalau petugas untuk kembali ke desanya masing-masing.

Informasi yang dikumpulkan detikcom, Senin (29/10/2012) ribuan warga itu sejak siang menyerang Desa Balinuraga. Petugas semula sudah menghalau warga dari jalan utama masuk ke desa itu, namun warga bergerak ke pematang sawah dan jalur tikus. Dikabarkan 4 orang tewas dan 70 rumah dibakar.

Sekitar pukul 17.00 WIB, akhirnya ribuan warga bubar setelah mendapatkan imbauan petugas dan juga peringatan membubarkan diri. Situasi di lokasi pun berangsur kondusif. Namun, petugas tetap berjaga di lokasi.

"Situasi berangsur kondusif. Kelompok yang menyerang sudah kembali dengan pengawalan ketat aparat TNI-Polri," kata Kabid Humas Polda Lampung, AKBP Sulistyaningsih, saat dikonfirmasi detikcom, Senin (29/10/2012).

Insiden penyerangan ini buntut tewasnya 3 warga dari kelompok yang melakukan penyerangan hari ini pada Minggu (28/10). Insiden ini merupakan kelanjutan atas kesalahpahaman antar pemuda yang berimbas pada penyerangan. Total korban jiwa dalam bentrokan hari Minggu-Senin ini 7 orang.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ndr/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%