Detik.com News
Detik.com
Senin, 29/10/2012 16:29 WIB

Hari ke-14 Jokowi

Jokowi Jalan-jalan Sore di Taman Ayodya Barito

Ray Jordan - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jokowi Jalan-jalan Sore di Taman Ayodya Barito
Jakarta - Hari menjelang sore, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) jalan kaki berkeliling di Taman Ayodya, Barito, Jakarta Selatan. Ia ingin menyulap taman itu bagai di Orchard Road, Singapura.

Jokowi yang mengenakan kemeja warna putih itu terlihat didampingi Wali Kota Jakarta Selatan, Anas Efendi meninjau Taman Ayodya, Senin (29/10/2012) sekitar 15.30 WIB.

Ia menyapa ramah warga yang berada di taman. Jokowi juga dielu-elukan warga sekitar. Taman Ayodya asri dan tampak bersih.

"Jadi ini jadi tempat kreatif dari Blok M ke Mayestik salah satunya taman ini. Jadi nanti seperti Orchard Road, ada bangku taman di setiap titik," kata Jokowi.

Menurut dia, pedagang yang berjualan di sekitar taman bakal ditata.

"Saya ini mesti cek lapangan. Jadi lihat-lihat dulu. Yang pasti di sini. Yang kedua di Thamrin dan EX," ujar dia.

Jokowi mengatakan tempat-tempat itu akan dijadikan ruang kreatif publik.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(aan/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%