Senin, 29/10/2012 16:25 WIB

Yuk, Mengintip Ruang Sekretaris MA dengan Meja Rp 1 Miliar

Salmah Muslimah,Andi Saputra - detikNews
Halaman 1 dari 2
Nurhadi saat dilantik menjadi Sekretaris MA (safri/detikcom)
Jakarta - Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi menyulap ruangannya menjadi ruang paling luas dibanding sesama pejabat eselon I MA lainnya. Nurhadi juga mengganti ruang kerja dengan seperangkat mebel dan meja seharga Rp 1 miliar.

"Kalau ruang Pak Nurhadi paling besar dibandingkan pejabat eselon I lainnya. Dua kali lipat dibanding pejabat dengan kedudukan yang sama," kata seorang sumber detikcom di MA, Senin (29/10/2012).

Ruang sekretaris berada di lantai satu blok barat gedung utama MA. Saat pintu dibuka, maka tamu akan dihadapkan ruangan yang berisi staf ukuran 5 x 5 meter. Lantas sebuah koridor kecil menghubungkan dengan ruang rapat. Di lorong kecil tersebut terdapat sebuah sofa ruang tunggu dengan meja yang berisi makanan kecil.

Ruang rapat sendiri hanya berisi sebuah meja besar dengan 20-an tempat duduk warna hitam. Terdapat pula sebuah meja kecil untuk staf MA di ruang tersebut.

Nah, setelah ruang rapat tersebut terdapat pintu yang selalu tertutup. Pintu ini menghubungkan ruang rapat dengan ruang kerja Sekretaris MA. "Ukuran ruang kerjanya sekitar 12x10 meter," ujarnya.

Di ruang tersebut, Nurhadi sehari-hari duduk menghadap arah barat dalam bekerja. Sebuah meja warna hitam dari kayu yang cukup besar menjadi tempat dia membuat kebijakan lembaga. Di salah satu sudut terdapat sebuah sofa besar warna hitam untuk menerima tamu yang datang. Alhasil, ruangan tersebut terasa sangat lega.

"Ruang Ketua MA dan Ketua Muda MA juga kalah," bebernya.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(asp/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%