Detik.com News
Detik.com
Senin, 29/10/2012 14:20 WIB

Kronologi Penangkapan 5 Kurir Narkoba Sindikat WN Nigeria oleh BNN

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Halaman 1 dari 3
Kronologi Penangkapan 5 Kurir Narkoba Sindikat WN Nigeria oleh BNN
Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) menjelaskan kronologis penangkapan jaringan narkoba internasional yang merupakan bagian dari sindikat yang dikendalikan oleh WN Nigeria. Mereka diketahui selama ini selalu menggunakan Dili, Timor Leste sebagai jalur penyelundupan. Kelima tersangka tersebut berinisial RS, SY, AG, AT, dan satu WN Nigeria yang berinisial ST.

"Awalnya kita sudah pantau kegiatan peredaraan mereka, dan selalu menggunakan jalur Dili, Timor Leste untuk memasukan barang ke Indonesia. Berdasarkan kerja sama tersebut kami melakukan control delivery setelah itu dilakukan upaya tindak represif," ujar Direktur Tindak Kejar BNN, Kombes Jan De Fretes, di Kantor BNN, Jl MT Haryono No 1, Cawang, Jakarta Timur, Senin (28/10/2012).

Jan mengatakan setelah melakukan control delivery mereka terus melakukan penyelidikan. Setelah itu mereka berusaha membawa kelima tersangka ke Indonesia dari Timor Leste.

"Kita melakukan upaya membawa kelima tersangka ke Indonesia karena barang bukti tersebut untuk market Indonesia dan hari Jumat kemarin kita berhasil membawa mereka," ujarnya.

Berikut kronologis penangkapan kelima tersangka jaringan international narkoba sindikat WN Nigeria:

Selasa (16/10)

Seorang tersangka berinisial AT yang berangkat dari negara India menuju Dili melalui Singapura membawa tas dorong bewarna merah. Pada saat itu tersangka berangkat bersama ST yang juga membawa koper abu-abu mengklaim barang bawaan bagasinya hilang. Dimana selanjutnya ia diminta pihak maskapai untuk mengurus kehilangan bagasi tersebut di Dili, sesampainya di sana mereka mengurus klaim bagasi hilang di lost and found di Bandara Timor Leste, Dili.Next

Halaman 1 2 3

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(riz/nwk)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%