Detik.com News
Detik.com
Senin, 29/10/2012 13:32 WIB

Seorang Pemotor Tewas Diserempet Mobil di Depan Madu Pramuka Cibubur

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jakarta - Seorang pengendara motor bernopol B 3860 TIJ diduga menjadi korban tabrak lari di Jalan Jambore, Cibubur, Jakarta Timur. Korban lalu dilarikan ke RS Polri.

"Kejadian tadi pagi pukul 05.04 WIB," ujar Kanit Laka Lantas Jakarta Timur, Akp Kalemuda Silitonga kepada detikcom, Senin (29/10/2012).

Kalemuda mengatakan korban bernama Siti Solibah (33) warga Kp.Kaum Rt 06/02, Karang Asem Barat, Citeureup Bogor. Berdasarkan informasi anak buahnya di lapangan, Kalemuda menduga korban tewas akibat diserempet kendaaraan roda empat.

"Korban diduga diserempet kendaraaan roda empat dari belakang sehingga terjatuh dan meninggal dunia," ujarnya.

Kalemuda mengatakan pihaknya belum mengetahui jenis kendaraan serta nomor polisi dari kendaraan pelaku. Sebab saat kecelakaan terjadi, tidak ada saksi yang menyaksikan.

"Masih belum diketahui jenis kendaraan apa yang yang menabrak, karena saat kejadian tidak ada yang melihat," lanjutnya.

Kalemuda juga mengatakan sudah ada pihak keluarga korban yang datang ke RS Polri. "Informasi terakhir pihak suami sudah datang," tuturnya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(edo/rmd)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%