Detik.com News

Senin, 29/10/2012 09:03 WIB

McCartney: Yoko Ono bukan penyebab perpisahan Beatles

BBCIndonesia.com - detikNews
yoko ono, the beatles

Beberapa anggota The Beatles menuduh Yoko Ono sebagai penyebab perpisahan

Yoko Ono tidak bertanggungjawab atas perpisahan The Beatles, kata Sir Paul McCartney dalam wawancara televisi.

"Ia bukanlah biang keladi hancurnya grup kami," kata musisi berusia 70 tahun itu pada Sir David Frost dalam wawancara yang akan disiarkan bulan depan.

"Saya pikir anda tidak bisa menyalahkannya untuk apa pun," kata dia dan menambahkan bahwa John Lennon "dipastikan akan meninggalkan The Beatles."

Pernyataan itu bertentangan dengan tuduhan sejumlah pihak bahwa janda Lennon bertanggungjawab atas bubarnya band tersebut.

Pengakuan Sir Paul itu akan disiarkan dalam wawancara satu jam dengan Sir David, 73, untuk televisi Al Jazeera siaran bahasa Inggris bulan depan.

Paul McCartney, dalam program tersebut juga mengatakan bahwa Lennon, yang meninggal dunia pada 1980, tidak akan menulis lagu Imagine tanpa pengaruh darinya.

"Ketika Yoko datang, bagian dari daya tariknya adalah pandangannya yang maju," kata Sir Paul.

"Ia menunjukkan John sisi lain dari segala sesuatu yang sangat menarik bagi John. Sehingga itu adalah saat bagi John untuk pergi."

Menurut The Observer, wawancara itu juga akan mengungkap kegalauan Sir Paul akibat kehilangan ibu kandungnya pada usia 14 tahun dan kematian istri pertamanya Linda pada 1998.

Musisi itu juga membahas kehidupannya sebagai ayah dan kakek, yang ia sebut sebagai "hal paling keren."

Baik McCartney dan Lennon masing-masing mencetak karir solo yang sukses setelah The Beatles bubar pada 1970.

Awal bulan ini adalah peringatakan 50 tahun dirilisnya lagu pertama mereka Love Me Do pada 1962.

(bbc/bbc)

Advetorial Index »
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
90%
Kontra
10%