QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 20:04 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 29/10/2012 09:03 WIB

McCartney: Yoko Ono bukan penyebab perpisahan Beatles

BBCIndonesia.com - detikNews
yoko ono, the beatles

Beberapa anggota The Beatles menuduh Yoko Ono sebagai penyebab perpisahan

Yoko Ono tidak bertanggungjawab atas perpisahan The Beatles, kata Sir Paul McCartney dalam wawancara televisi.

"Ia bukanlah biang keladi hancurnya grup kami," kata musisi berusia 70 tahun itu pada Sir David Frost dalam wawancara yang akan disiarkan bulan depan.

"Saya pikir anda tidak bisa menyalahkannya untuk apa pun," kata dia dan menambahkan bahwa John Lennon "dipastikan akan meninggalkan The Beatles."

Pernyataan itu bertentangan dengan tuduhan sejumlah pihak bahwa janda Lennon bertanggungjawab atas bubarnya band tersebut.

Pengakuan Sir Paul itu akan disiarkan dalam wawancara satu jam dengan Sir David, 73, untuk televisi Al Jazeera siaran bahasa Inggris bulan depan.

Paul McCartney, dalam program tersebut juga mengatakan bahwa Lennon, yang meninggal dunia pada 1980, tidak akan menulis lagu Imagine tanpa pengaruh darinya.

"Ketika Yoko datang, bagian dari daya tariknya adalah pandangannya yang maju," kata Sir Paul.

"Ia menunjukkan John sisi lain dari segala sesuatu yang sangat menarik bagi John. Sehingga itu adalah saat bagi John untuk pergi."

Menurut The Observer, wawancara itu juga akan mengungkap kegalauan Sir Paul akibat kehilangan ibu kandungnya pada usia 14 tahun dan kematian istri pertamanya Linda pada 1998.

Musisi itu juga membahas kehidupannya sebagai ayah dan kakek, yang ia sebut sebagai "hal paling keren."

Baik McCartney dan Lennon masing-masing mencetak karir solo yang sukses setelah The Beatles bubar pada 1970.

Awal bulan ini adalah peringatakan 50 tahun dirilisnya lagu pertama mereka Love Me Do pada 1962.

(bbc/bbc)

ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
90%
Kontra
10%