detikcom
Senin, 29/10/2012 07:28 WIB

Puncak Arus Balik 'Long Weekend', Tol Bandung-Jakarta Padat

Prins David Saut - detikNews
Foto: Ilustrasi
Jakarta - Arus balik setelah long weekend memasuki puncaknya di ruas Tol Bandung-Jakarta. Antrian kendaraan menuju Jakarta mencapai 20 Km. Pengemudi harap bersabar.

"Arus lalu lintas Tol Bandung ara Jakarta saat ini tingkat kepadatannya masih tinggi di Jatiluhur KM 82 antrian padat merayap sampai rest area sekitaran Dawuan KM 62. Ini puncak arus balik dari Jakarta," kata petugas Jasa Marga, Ani, pada detikcom, Senin (29/10/2012).

Disebutkan terdapat tiga titik kepadatan antrian kendaraan ruas tol menuju Jakarta tersebut. Titik pertama ada di Jatiluhur hingga Dawuan, titik kedua di Karawang Timur, dan sekitar Cibitung hingga Bekasi Barat.

"Ada tiga titik dan lumayan panjang sekali, pertama sekitaran Jatiluhur KM 82, sekitaran Karawang KM 42, dan sekitaran Cibitung-Tambun-Bekasi Barat. Setelah itu sampai Halim saat ini masih terpantau lancar," ujar Ani.

Kepadatan terparah di titik Jatiluhur tersebut dikarenakan banyaknya pengguna jalan yang memasuki rest area, termasuk dengan titik Karawang Timur. Para pengguna jalan yang hendak menuju Jakarta dari Bandung pun disarankan untuk menunda selama beberapa jam ke depan.

"Rata-rata pengguna jalan ingin memasuki rest area sehingga menambah kepadatan. Sebaiknya untuk para pengguna jalan dari Bandung dan hendak menuju Jakarta menunda perjalanannya setidaknya selama dua jam," tutup Ani.



Siapa sangka, ada profesi sebagai pencicip minuman keras oplosan. Saksikan "Reportase Sore" TRANS TV tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(vid/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
55%
Kontra
45%