Detik.com News
Detik.com
Minggu, 28/10/2012 16:23 WIB

Senjata Rakitan Dianggap Tak Berbahaya, Sudirman Bebas?

Rachmadin Ismail - detikNews
Senjata Rakitan Dianggap Tak Berbahaya, Sudirman Bebas?
Jakarta - Sudirman, pria yang ditangkap karena membawa senjata rakitan di masjid Istiqlal ketika salat Idul Adha bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) besar kemungkinan bisa lepas dari jeratan hukum. Senjata yang dibawanya tak termasuk dalam kategori senjata api di undang-undang terkait.

"Disimpulkan itu tidak termasuk dalam kategori UU Darurat nomor 12 tahun 1951," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto lewat pesan singkat kepada detikcom, Minggu (28/10/2012).

Menurut Rikwanto, senjata rakitan buatan Sudirman sudah diteliti oleh tim Wasendak Polda Metro Jaya. Hasilnya, senjata yang terinspirasi dari mainan anak itu tak bisa dikategorikan senjata atau senjata api.

"Karena secara mekanis sama sekali tidak seperti mekanis senjata (mirip ketapel). Bentuknya juga sangat tidak mirip senjata," jelasnya.

Dengan demikian, bagaimana nasib Sudirman? Apakah dia akan bebas? Rikwanto belum mau menjawab pertanyaan tersebut Pesan singkat yang dikirim belum dibalas.

Sudirman diamankan oleh Paspampres dan petugas polisi di Istiqlal setelah ketahuan membawa senjata api sebelum pelaksanaan salat Id. Saat itu, ada Presiden SBY dan sejumlah pejabat negara lain yang salat di masjid.

Ibunda Sudirman, Taryunah (65), mengatakan anaknya mengalami depresi sejak keluar dari pekerjaannya di sebuah bank di Tegal 4 tahun silam. Kejiwaan Sudirman makin tdak stabil setelah ditinggal mati oleh ayahnya, Suroso, seorang veteran.

Selama ini Sudirman tidak memiliki aktivitas pekerjaan apa pun selain mengurung diri di dalam kamar dan mondar-mandir di sekitar rumah.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mad/fjp)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%