detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 03:20 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Minggu, 28/10/2012 16:23 WIB

Senjata Rakitan Dianggap Tak Berbahaya, Sudirman Bebas?

Rachmadin Ismail - detikNews
Jakarta - Sudirman, pria yang ditangkap karena membawa senjata rakitan di masjid Istiqlal ketika salat Idul Adha bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) besar kemungkinan bisa lepas dari jeratan hukum. Senjata yang dibawanya tak termasuk dalam kategori senjata api di undang-undang terkait.

"Disimpulkan itu tidak termasuk dalam kategori UU Darurat nomor 12 tahun 1951," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto lewat pesan singkat kepada detikcom, Minggu (28/10/2012).

Menurut Rikwanto, senjata rakitan buatan Sudirman sudah diteliti oleh tim Wasendak Polda Metro Jaya. Hasilnya, senjata yang terinspirasi dari mainan anak itu tak bisa dikategorikan senjata atau senjata api.

"Karena secara mekanis sama sekali tidak seperti mekanis senjata (mirip ketapel). Bentuknya juga sangat tidak mirip senjata," jelasnya.

Dengan demikian, bagaimana nasib Sudirman? Apakah dia akan bebas? Rikwanto belum mau menjawab pertanyaan tersebut Pesan singkat yang dikirim belum dibalas.

Sudirman diamankan oleh Paspampres dan petugas polisi di Istiqlal setelah ketahuan membawa senjata api sebelum pelaksanaan salat Id. Saat itu, ada Presiden SBY dan sejumlah pejabat negara lain yang salat di masjid.

Ibunda Sudirman, Taryunah (65), mengatakan anaknya mengalami depresi sejak keluar dari pekerjaannya di sebuah bank di Tegal 4 tahun silam. Kejiwaan Sudirman makin tdak stabil setelah ditinggal mati oleh ayahnya, Suroso, seorang veteran.

Selama ini Sudirman tidak memiliki aktivitas pekerjaan apa pun selain mengurung diri di dalam kamar dan mondar-mandir di sekitar rumah.



Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(mad/fjp)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%