Detik.com News
Detik.com

Jumat, 26/10/2012 18:05 WIB

Warga Turki Sumbang 33 Ekor Sapi ke Istiqlal, 7 Tak Layak Kurban

Nur Khafifah - detikNews
Warga Turki Sumbang 33 Ekor Sapi ke Istiqlal, 7 Tak Layak Kurban Ilustrasi
Jakarta - Warga Turki yang ada di Indonesia menyumbang 33 ekor sapi untuk disembelih di Masjid Istiqlal. Namun ternyata tak semua sapi itu memenuhi syarat untuk menjadi kurban.

Kepala Suku Dinas Pertanian dan Peternakan Jakarta Pusat, Eko Hendry Wicaksono, mengatakan ada 7 sapi sumbangan warga Turki yang tak memenuhi syarat untuk menjadi kurban.

"Dari Turki yang 33 ekor itu ada 7 ekor yang tidak memenuhi syarat kurban," kata Eko saat ditemui di ruang penyembelihan hewan Masjid Istiqlal, Jalan Ir H Juanda, Jakarta, Jumat (26/10/2012).

Eko menjelaskan dari ketujuh ekor sapi itu ada di antaranya yang umurnya terlalu muda sehingga tak memenuhi syarat untuk menjadi kurban. Namun karena tak mungkin dikembalikan, sapi-sapi itu tetap disembelih.

"Tidak memungkinkan untuk dikembalikan, sehingga tetap disembelih dan dianggap sebagai sedekah," ujarnya.

Warga Turki memang rutin menyumbang hewan kurban ke Masjid Istiqlal. Tahun 2011 lalu, mereka menyumbang 45 ekor sapi.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(trq/trq)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%