detikcom
Jumat, 26/10/2012 13:18 WIB

Irjen Untung Pensiun, Kapolda Metro Diganti Oleh Irjen Putut

E Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Inspektur Jenderal Untung S Rajab akan segera lengser dari jabatannya sebagai Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya. Pria yang pernah menjabat 4 kali sebagai Kepala Kepolisian Daerah ini sudah memasuki masa pensiun.

Berdasarkan Surat Telegram Rahasia (STR) bernomor ST/2139/X/2012 tertanggal 26 Oktober 2012, posisi Irjen Untung di Mapolda Metro Jaya akan digantikan oleh Irjen Putur Eko Bayuseno. Irjen Putut sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat.

Sebelum ke Polda Jawa Barat, Putut pernah ditugaskan sebagai Kapolda Banten untuk waktu yang cukup singkat, hanya beberapa saja. Sebelum memangku jabatan Kapolda Banten, Putut pernah menjadi Wakil Kepala Polda Metro Jaya. Dia juga tercatat pernah menjabat sebagai ajudan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Sementara untuk mengisi kekosongan jabatan Kapolda Jawa Barat akan diisi oleh Brigjen Jodie Rooseto. Brigjen Jodie ini sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Lampung.

Untuk menggantikan posisi Brigjen Jodie di Polda Lampung ada Brigjen Heru Winarko. Heru adalah perwira tinggi (Pati) Yanma Polri dengan jabatan sebelumnya sebagau Kepala Biro Umum Kemenkopolhukam.


(mei/mad)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel