Detik.com News
Detik.com
Kamis, 25/10/2012 17:24 WIB

Foto Seronok Novi Tersebar, 4 Polisi Tamansari Diberi Sanksi

E Mei Amelia R - detikNews
Halaman 1 dari 2
Foto Seronok Novi Tersebar, 4 Polisi Tamansari Diberi Sanksi
Jakarta - 13 Anggota Polsek Tamansari diperiksa Pengamanan Internal (Paminal) Provost Polda Metro Jaya terkait tersebarnya foto seksi Novi Amilia (25), penabrak 7 orang di kawasan Olimo. Hasilnya, 4 orang diduga lalai dalam penanganan kasus tersebut dan akan dikenakan sanksi tegas.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan 4 anggota ini akan disidangkan dalam sidang disiplin pekan depan.

"Nanti sanksinya apa tergantung hasil sidang disiplin internal," kata Rikwanto melalui sambungan telepon, Jumat (25/10/2012).

4 Petugas itu yakni 2 petugas jaga berinisial Aiptu YS dan Aipda S serta Perwira Pengawas (Pawas) Iptu HS dan polwan yang menjaga Novi berinisial Brigadir DI.

"Yang kena sanksi ini yang 4 orang ini dalam kaitan penanganan Novi mulai dari teknis hingga penjagaan saat di Mapolsek," jelas Rikwanto.

Ia menjabarkan, Iptu HS sebagai Pawas dianggap telah lalai karena menyimpan foto seksi Novi dalam handphone-nya.

"Meski dia hanya menerima pelimpahan atau kiriman dari orang lain, tetap dia kena sanksi. Buat apa dia simpan foto itu," ujar Rikwanto.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mei/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%