detikcom
Rabu, 24/10/2012 18:42 WIB

Kasus Proyek JLS, Istri Wali Kota Salatiga Divonis 5 Tahun Bui

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Halaman 1 dari 2
Semarang - Istri Wali Kota Salatiga, Titik Kirnaningsih dijatuhi vonis lima tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsidair empat bulan penjara oleh majelis hakim, karena terbukti bersalah dalam kasus proyek Jalur Lintas Selatan (JLS) Salatiga. Mendengar putusan tersebut, Titik langsung menangis dan beberapa kali terlihat mengusap air matanya.

Majelis hakim yang diketuai oleh hakim Dolman Sinaga mengatakan selain hukuman lima tahun penjara, Titik juga diwajibkan membayar uang pengganti Rp 2,551 miliar dan apabila tidak diganti, maka harta bendanya akan disita.

"Terdakwa dijatuhi pidana penjara lima tahun dan denda Rp 300 juta dengan ketentuan jika tidak dibayar diganti kurungan empat bulan. Serta tambahan uang pengganti Rp 2.551.805.755 dengan ketentuan jika dalam waktu satu bulan setelah putusan memliki kekuatan hukum tetap tidak diganti, maka harta benda terdakwa akan disita oleh kejaksaan untuk dilelang dan jika tidak mencukupi maka diganti penjara dua tahun," kata Dolman saat membacakan amar putusan di pengadilan Tipikor Semarang, Jl Suratmo, Rabu (24/10/2012).

Menanggapi hal tersebut, pihak kuasa hukum Titik langsung mengajukan banding kepada majelis hakim. Salah satu kuasa hukumnya, Deddy Suwardi mengatakan, dalam pengambilan keputusan, hakim tidak mempertimbangkan kesaksian dari saksi ahli yang sudah dihadirkan.

"Hal-hal yang sangat merugikan saudara Titik adalah ternyata dalam pertimbangan hakim, saksi ahli tidak dijadikan pertimbangan. Bukti-bukti juga tidak dijadikan pertimbangan. Ini perlu ada upaya hukum," kata Deddy.

"Kami harap Titik Kirnaningsih seharusnya bebas," imbuhnya.

Bukti-bukti yang dimaksud adalah yang menyebabkan John Manopo atau Wali Kota Salatiga saat itu memilih PT Kuntjup dengan direktur Titik Kirnaningsih untuk dimenangkan dalam proses lelang.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fjr/rvk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%