detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 04:52 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 24/10/2012 18:42 WIB

Kasus Proyek JLS, Istri Wali Kota Salatiga Divonis 5 Tahun Bui

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Halaman 1 dari 2
Semarang - Istri Wali Kota Salatiga, Titik Kirnaningsih dijatuhi vonis lima tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsidair empat bulan penjara oleh majelis hakim, karena terbukti bersalah dalam kasus proyek Jalur Lintas Selatan (JLS) Salatiga. Mendengar putusan tersebut, Titik langsung menangis dan beberapa kali terlihat mengusap air matanya.

Majelis hakim yang diketuai oleh hakim Dolman Sinaga mengatakan selain hukuman lima tahun penjara, Titik juga diwajibkan membayar uang pengganti Rp 2,551 miliar dan apabila tidak diganti, maka harta bendanya akan disita.

"Terdakwa dijatuhi pidana penjara lima tahun dan denda Rp 300 juta dengan ketentuan jika tidak dibayar diganti kurungan empat bulan. Serta tambahan uang pengganti Rp 2.551.805.755 dengan ketentuan jika dalam waktu satu bulan setelah putusan memliki kekuatan hukum tetap tidak diganti, maka harta benda terdakwa akan disita oleh kejaksaan untuk dilelang dan jika tidak mencukupi maka diganti penjara dua tahun," kata Dolman saat membacakan amar putusan di pengadilan Tipikor Semarang, Jl Suratmo, Rabu (24/10/2012).

Menanggapi hal tersebut, pihak kuasa hukum Titik langsung mengajukan banding kepada majelis hakim. Salah satu kuasa hukumnya, Deddy Suwardi mengatakan, dalam pengambilan keputusan, hakim tidak mempertimbangkan kesaksian dari saksi ahli yang sudah dihadirkan.

"Hal-hal yang sangat merugikan saudara Titik adalah ternyata dalam pertimbangan hakim, saksi ahli tidak dijadikan pertimbangan. Bukti-bukti juga tidak dijadikan pertimbangan. Ini perlu ada upaya hukum," kata Deddy.

"Kami harap Titik Kirnaningsih seharusnya bebas," imbuhnya.

Bukti-bukti yang dimaksud adalah yang menyebabkan John Manopo atau Wali Kota Salatiga saat itu memilih PT Kuntjup dengan direktur Titik Kirnaningsih untuk dimenangkan dalam proses lelang.Next

Halaman 1 2

Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(fjr/rvk)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
85%
Kontra
15%