Rabu, 24/10/2012 17:37 WIB

Kartu Pintar Mulai Dibagikan di DKI pada Hari Pahlawan

Pandu Damarjati - detikNews
Jakarta - Kartu Pintar akan mulai dibagian bertepatan dengan Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November mendatang. Pembagian kartu pintar ini diharapkan bisa membantu pelajar yang kurang mampu untuk bisa terus sekolah.

"Karena Pak Gubernur minta 10 November, bersamaan dengan Hari Pahlawan, nanti kartu ini akan diberikan di lingkungan pemukiman kumuh, miskin dan padat," kata Kepala Dinas Pendidikan Taufik Yudi Mulyanto di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (24/10/2012).

Taufik mengatakan, pemberian Kartu Pintar akan diberikan secara bertahap tahun ini. Ada sekitar 3.000 kartu yang akan dibagikan pada 10.766 peserta didik. Untuk tahun ini kartu tersebut akan dibagikan dulu untuk siswa SMA dan SMK.

"Untuk tahun depan SD, SMP dan SMK akan dapat. Bagi yang mendapat kartu ini akan mendapat Rp 240 ribu per bulan," katanya.

Taufik menjelaskan, untuk pendidikan ada biaya investasi, biaya operasional dan biaya personal. Untuk sekolah-sekolah negeri biaya investasi dan operasional sudah dibiayai Pemprov DKI, namun biaya personal masih ditanggung orang tua didik.

"Biaya personal ternyata masih ada orangtua didik yang berasal dari keluarga tidak mampu sehingga merasa berat untuk ongkos dari rumah ke sekolah. Ini yang dicari solusinya sehingga mereka bisa datang sekolah tepat waktu dan juga akan berdampak pada kualitas pembelajaran yang mereka terima dan pada gilirannya jadi peserta didik yang bermutu," katanya.

Taufik mengatakan, Kartu Pintar ini bekerja sama dengan PT Bank DKI. Kartu ini adalah kartu standarnya bank, sehingga bisa seperti kartu ATM. Untuk yang mendapat kartu ini akan mendapatkan Rp 240 ribu per bulan.

"Yang mendapat kartu itu mendapat Rp 240 ribu per bulan," katanya.

Saat ditanya mengapa siswa SMA dan SMK dulu yang diberi Kartu Pintar, Taufik mengatakan hal ini disebabkan siswa SD dan SMP jarak rumah dan sekolah masih dekat. "Untuk SD dan SMP di rasa jarak rumah peserta didik dekat dengan rumah," katanya.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(nal/nwk)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%