detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 22:46 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 24/10/2012 12:27 WIB

Astronot Malaysia Salat di Luar Angkasa, Kisahnya Kini Difilmkan

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Sheikh Muszaphar Shukor (Reuters)
Kuala Lumpur, - Inilah Sheikh Muszaphar Shukor yang menjadi astronot Malaysia pertama yang pergi ke luar angkasa. Dia juga merupakan muslim pertama yang melakukan salat di luar angkasa. Pengalaman Sheikh ini dituangkan dalam film dokumenter yang berisi aktivitasnya saat berada dalam Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) selama 10 hari.

Seperti dilansir thesundaily.my, Rabu (24/10/2012), film dokumenter ini diberi judul 'No. 1' dan akan dirilis secara publik pada Maret 2013 mendatang. Saat ini, film dokumenter ini masih dalam tahap penyelesaian untuk mempertajam gambar dan suaranya.

Sebagai astronot Malaysia pertama, Sheikh berkesempatan mengunjungi ISS pada 10 Oktober 2007 lalu dengan menumpang pesawat luar angkasa milik Rusia, Soyuz TMA-11. Kegiatan yang dilakukan Sheikh di dalam ISS terekam kamera dan dijadikan dokumenter.

Meskipun filmnya belum dirilis secara resmi, namun ada sejumlah adegan yang menarik perhatian publik. Salah satunya saat Sheikh yang seorang muslim ini menunaikan ibadah salat di luar angkasa. Cuplikan rekaman video Sheikh ini bahkan sudah diunggah ke situs YouTube oleh PressTVGlobalNews.

Hal ini menjadi perbincangan banyak pihak, karena Sheikh merupakan astronot pertama yang melakukan hal itu. Sepanjang sejarah, baru ada 9 astronot muslim yang terbang ke luar angkasa dan Sheikh merupakan yang pertama yang mempraktikkan salat di luar angkasa yang memiliki gravitasi nol.

Sang pembuat film dokumenter berdurasi 90 menit ini, Imran Ismail, menyatakan adegan tersebut menunjukkan betapa agama dan ilmu pengetahuan tidak bisa dipisahkan.

"Ilmu pengetahuan adalah bagian dari agama. Beberapa elemen ilmu pengetahuan bisa ditemukan di dalam Alquran. Bahkan di luar angkasa, Sheikh Muszaphar bisa 'mendengar' suara azan. Dalam dokumenter 'No. 1' ini, Anda akan melihat astronot pertama kita menunaikan ibadah salat di luar angkasa," tutur Imran.

Ekspedisi Sheikh di luar angkasa ini bertepatan dengan bulan Ramadan saat itu, sehingga Majelis Fatwa Nasional Malaysia sengaja menerbitkan buku petunjuk pertama bagi umat muslim yang tengah berada di luar angkasa. Buku petunjuk berjudul 'Guidelines for Performing Islamic Rites' ini terdiri atas 18 halaman yang berisi petunjuk-petunjuk dan tips, seperti bagaimana melakukan ibadah salat dalam lingkungan yang minim gravitasi, mencari posisi Mekkah dari luar angkasa, bagaimana menentukan waktu salat dan hal-hal lain berkaitan dengan ibadah puasa di luar angkasa.

Sheikh yang merupakan seorang ahli bedah ortopedi ini, terpilih menjadi astronot Malaysia pertama bersama dengan seorang dokter gigi militer bernama Faiz Khaleed sebagai astronot cadangan. Keduanya mendapat pelatihan intensif selama 18 bulan di Rusia sebelum salah satunya terbang ke luar angkasa.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(nvc/ita)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .


Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%
MustRead close