Detik.com News
Detik.com

Rabu, 24/10/2012 01:02 WIB

Dugaan Korupsi UI, Kasubdit Anggaran UI Diperiksa KPK

Ganessa Al Fath - detikNews
Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini memeriksa Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Anggaran Universitas Indonesia, Dede Suyanto. Dede diperiksa terkait anggaran dugaan korupsi proyek perpustakan, boulevard dan rumah sakit di Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat.

"Soal yang terkait dengan persetujuan anggaran saja," kata Dede Suyanto usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jaksel, Selasa (23/10/2012).

KPK terus melakukan pengembangan proses penyelidikan atas kasus dugaan korupsi yang melibatkan pejabat penting di UI. Namun Dede enggan memberi keterangan lebih lanjut mengenai hasil pemeriksaan.

"Saya tidak tahu biar hasil pemeriksaan KPK saja yang berbicara" ujarnya.

Dede mengaku telah memberikan kepada KPK sejumlah nama yang diduga ikut terlibat di dalam proyek tersebut. "Saya serahkan saja kepada KPK karena prosesnya sekarang ada di KPK," ujar Dede sambil mempercepat langkahnya menuju taksi yang sudah menunggunya.

Ketika dikonfirmasi terkait pemeriksaan ini Juru Bicara KPK, Johan Budi membenarkan adanya pemeriksaan terhadap Dede.

"Benar, dipenyelidikan ada permintaan keterangan soal UI. Namanya Dede, Haryo dan Farida," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi dalam pesan singkatnya, Selasa (23/10/2012).

Diketahui sebelumnya kasus ini berawal dari laporan Civitas Akademik Kampus UI pada bulan November 2011 dan Juni 2012. Turut pula diserahkan sejumlah dokumen yang diduga melibatkan rektor mereka Gumilar Rusliwa Sumatri.

Gumilar sendiri telah diperiksa oleh KPK pada 18 September 2012 lalu. Namun Gumilar sendiri telah membantah tudingan bahwa dirinya ikut melakukan korupsi dalam sejumlah proyek pembangunan dan pengadaan sejumlah fasilitas di kampus UI.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ahy/ahy)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 30/04/2015 21:33 WIB
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes Eksekusi mati terhadap dua tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi memang bukan yang pertama kali terjadi. Namun Kepala BNP2TKI Nusron Wahid justru menilai sia-sia protes terhadap pemerintah Arab Saudi terkait notifikasi eksekusi mati. Menurut dia, yang seharusnya diubah adalah aturan di Indonesia.
ProKontra Index »

Atasi Prostitusi, Tiru Swedia yang Hukum Pembeli Jasa dan Germo PSK!

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan RI harus belajar dari Swedia untuk mengatasi prostitusi. Swedia melegalkan PSK namun mengkriminalkan mereka yang membeli jasa PSK dan germo yang menjual PSK. Bila Anda setuju usulan Mensos Khofifah, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%