detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 12:26 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 24/10/2012 01:02 WIB

Dugaan Korupsi UI, Kasubdit Anggaran UI Diperiksa KPK

Ganessa Al Fath - detikNews
Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini memeriksa Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Anggaran Universitas Indonesia, Dede Suyanto. Dede diperiksa terkait anggaran dugaan korupsi proyek perpustakan, boulevard dan rumah sakit di Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat.

"Soal yang terkait dengan persetujuan anggaran saja," kata Dede Suyanto usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jaksel, Selasa (23/10/2012).

KPK terus melakukan pengembangan proses penyelidikan atas kasus dugaan korupsi yang melibatkan pejabat penting di UI. Namun Dede enggan memberi keterangan lebih lanjut mengenai hasil pemeriksaan.

"Saya tidak tahu biar hasil pemeriksaan KPK saja yang berbicara" ujarnya.

Dede mengaku telah memberikan kepada KPK sejumlah nama yang diduga ikut terlibat di dalam proyek tersebut. "Saya serahkan saja kepada KPK karena prosesnya sekarang ada di KPK," ujar Dede sambil mempercepat langkahnya menuju taksi yang sudah menunggunya.

Ketika dikonfirmasi terkait pemeriksaan ini Juru Bicara KPK, Johan Budi membenarkan adanya pemeriksaan terhadap Dede.

"Benar, dipenyelidikan ada permintaan keterangan soal UI. Namanya Dede, Haryo dan Farida," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi dalam pesan singkatnya, Selasa (23/10/2012).

Diketahui sebelumnya kasus ini berawal dari laporan Civitas Akademik Kampus UI pada bulan November 2011 dan Juni 2012. Turut pula diserahkan sejumlah dokumen yang diduga melibatkan rektor mereka Gumilar Rusliwa Sumatri.

Gumilar sendiri telah diperiksa oleh KPK pada 18 September 2012 lalu. Namun Gumilar sendiri telah membantah tudingan bahwa dirinya ikut melakukan korupsi dalam sejumlah proyek pembangunan dan pengadaan sejumlah fasilitas di kampus UI.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(ahy/ahy)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%