detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 12:50 , Sumber : Radio Republik Indonesia

Selasa, 23/10/2012 12:50 WIB

Cabuli Bocah 12 Tahun, Dokter di Malaysia Ditangkap Polisi

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Ilustrasi
Kuala Lumpur, - Seorang dokter di Malaysia ditangkap aparat setempat setelah ketahuan mencabuli seorang bocah berusia 12 tahun di kliniknya. Perbuatan cabul sang dokter terbongkar ketika ayah korban curiga dengan telepon genggam mewah yang tiba-tiba dimiliki putranya.

"Awalnya, bocah tersebut berbohong dengan mengatakan bahwa dia menemukan telepon genggam tersebut di taman bermain," ujar Kepala Kepolisian Distrik Nusajaya, Inspektur Noor Hashim Mohamed, seperti dilansir The Star, Selasa (23/10/2012).

"Tapi setelah ditanyai berulang kali, bocah tersebut akhirnya mengakui bahwa dia mendapatkannya dari seorang dokter," imbuhnya.

Merasa curiga mengapa sang dokter memberikan smartphone tersebut kepada anaknya, sang ayah pun melapor ke polisi setempat. Diketahui bahwa anak laki-laki itu mulai memiliki telepon pintar itu sejak melakukan pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Sultanah Aminah, Johor Baru, Malaysia.

"Kami menerima laporan pada Minggu (21/10) sekitar pukul 20.00 waktu setempat, setelah sang ayah menemukan anaknya memiliki Samsung Galaxy Ace baru," terang Noor Hashim.

Hasil penyelidikan polisi menunjukkan, bahwa sang dokter pernah membawa bocah tersebut ke kliniknya di kawasan Taman Bukit Indah pada 20 Oktober lalu. Di sana, sang dokter yang sudah membuka kliniknya sejak 5 tahun lalu, berbuat tak senonoh pada korban.

"Dia memeluk korban dan menyentuh bagian pribadinya. Dokter juga meminta si bocah untuk membuka celananya, tapi dia menolak," jelas Noor Hashim.

Polisi telah berhasil membekuk sang dokter di kliniknya pada Senin (22/10) sekitar pukul 13.00 waktu setempat. Kasus ini masih dalam penyelidikan kepolisian setempat.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(nvc/ita)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .


Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close