Detik.com News
Detik.com

Senin, 22/10/2012 19:16 WIB

Cegah Kelebihan Bagasi, Garuda Sweeping Barang Bawaan Jemaah Haji

Luhur Hertanto - detikNews
Jeddah - Garuda Indonesia memperketat sweeping kuota bagasi untuk jemaah haji dalam penerbangan kembali ke Tanah Air. Maklum saja, masalah kelebihan bagasi adalah salah satu faktor yang cukup signifikan terhadap keselamatan, kenyamanan dan ketepatan jadwal penerbangan.

"Pokoknya kita zero tolerance. Setiap bagasi yang kelebihan, kita tinggal," tegas Vice President Haji Garuda Indonesia, Hadi Syahrean, di Jeddah, Arab Saudi, Senin (22/10/2012).

Adapun aturan kuota bagi setiap orang jemaah haji adalah maksimal 32 Kg untuk barang bawaan yang masuk ke dalam bagasi pesawat. Sedangkan untuk berat barang bawaan yang boleh dibawa masuk ke dalam kabin pesawat tidak boleh melebihi 7 Kg.

"Kita juga akan sweeping benda-benda yang dilarang masuk dalam kabin pesawat, terutama senjata tajam biarpun itu souvenir," sambung Hadi.

Peraturan mengenai bagasi dan barang bawaan ini sudah disosialisasikan kepada para jemaah haji. Sejak mereka mengikuti pelatihan manasik haji, persiapan akhir di asrama embarkasi hingga dalam penerbangan dari Indonesia menuju Arab Saudi.

Namun berdasar pengalaman tahun-tahun sebelumnya, potensi pelanggaran selalu ada. Maka tahun ini akan diperketat dengan melakukan sweeping bagasi dan barang bawaan di West Terminal King Adul Azis Airport, Jeddah, yang merupakan terminal khusus untuk Garuda Indonesia dalam penerbangan musim haji tahun ini.

Agar tersedia cukup waktu untuk sweeping dan pengurusan bagasi, jemaah haji ditargetkan sudah berada di bandara enam jam sebelum jadwal keberangkatannya. Setibanya di sana, jemaah langsung disweeping barang bawaan dan bagasinya oleh petugas keamanan dari Garuda Indonesia yang dilengkapi dengan metal detektor.

"Petugas keamanan untuk sweeping sengaja kita upayakan dari daerah yang sama dengan kloternya. Jadi petugasnya bisa lebih persuasif komunikasinya dengan bahasa daerah kepada jemaah yang bersangkutan," papar Hadi.

Lalu bagaimana dengan barang-barang yang terkena sweeping? Akan dikirim dengan pesawat cargo ke Indonesia?

"Akan kita serahkan itu kepada Kandaker setempat, terserah mereka mau dikirim atau tidak," jawab Hadi sambil angkat tangan.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(lh/mok)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%