Senin, 22/10/2012 17:50 WIB

Antisipasi Perubahan Kepulangan Haji, Garuda Siapkan Jadwal Real Time

Luhur Hertanto - detikNews
Jeddah - Tahap penerbangan pemulangan jemaah haji ke Indonesia dimulai 31 Oktober hingga 1 Desember 2012. Bagi keluarga yang ingin memantau jadwalnya secara real time, Garuda Indonesia sediakan situs yang bisa diakses.

"Untuk jadwal penerbangan, dua tahun ini bisa dilihat di www.haji-ga.com," kata VP Pelayanan Haji Garuda Indonesia, Hadi Syahrean, di Jeddah, Arab Saudi, Senin (22/10/2012).

Jadwal penerbangan pemulangan jemaah haji disusun berupa tabel sederhana. Di situ bisa dipantau jadwal penerbangan setiap hari berdasar kelompok terbang dan embarkasi tujuan.

"Untuk jadwal keberangkatannya menggunakan waktu setempat di sini, sedangkan kedatangannya pakai WIB, WIT, WITA sesuai embarkasi tujuan," jelas Hadi.

Namun diingatkannya, ada saja peluang perubahan jadwal. Bila sampai terjadi keterlambatan penerbangannya dari Jeddah dan Mekkah, otomatis jadwal tibanya pesawat di bandara embarkasi akan berubah.

"Setiap ada perubahan, jadwal di situs menyesuaikan. Begitu take off, jadwal langsung disesuaikan dengan lama penerbangannya ke bandara tujuan," papar pria yang sejak 1998 bertugas di Posko Haji Jeddah.

Sejak dimulai penerbangan pada 21 September 2012, maka Garuda Indonesia telah menerbangkan 295 kloter. Jumlah penumpang tercatat 112.473 yang berasal dari 10 embarkasi di seluruh Indonesia.

Untuk penerbangan haji tahun ini, Garuda Indonesia mengoperasikan 15 pesawat berbadan lebar. Terdiri dari sebuah Boeing 767-300ER, tiga unit pesawat Boeing 747-400, dan sebelas pesawat Airbus 330.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(lh/mok)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%