detikcom

Senin, 22/10/2012 17:16 WIB

Ical: Caleg Partai Golkar 2014 Ditentukan Melalui Survei

M Iqbal - detikNews
Jakarta - Partai Golkar menggunakan mekanisme survei internal untuk menentukan calon legislatifnya pada 2014. Siapa yang terpopuler, dialah yang akan menjadi caleg dari Golkar.

"Yang memilih caleg adalah rakyat bukan Partai Golkar, oleh karenanya kita gelar survei siapa yang populer. Kalau dia tidak populer, padahal kita ingin menang, tidak bisa," kata ketua umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie dalam rapat pendapat umum dengan pimpinan DPD RI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (22/10/2012).

Menurutnya, siapa yang populer menurut survei maka itu yang akan dipilih partai Golkar sebagai caleg, karena bisa mendapat suara rakyat. Meski di luar itu ada mekanisme hak prerogatif ketua umum sebanyak 10 persen untuk menentukan caleg diluar survei.

"Memang dalam usulan DPP dalam Rapimnas, salah satu syarat adalah sudah menjadi anggota selama minimal 5 tahun, tapi ada hak preogatif ketua umum yang 10 persen," kata Ical.

"Jadi bagi orang-orang populer yang belum masuk partai Golkar bisa dipilih," imbuhnya.

Ditemui usai rapat dengan kelompok pimpinan DPD, Ical menerangkan bahwa popularitas yang dimaksudnya untuk dijadikan caleg Golkar bukan berarti dari kalangan artis. Tetapi siapa saja yang dinilai bagus dan elektabilitasnya tinggi.

"Ngga harus artis, yang rakyat mau memilih, itu didasarkan pada survei. Jadi ada orang-orang yang ingin pindah ke partai Golkar, atau yang tadinya tidak berpartai, tapi dia berdasarkan survei dia bagus, itu akan dilakukan pengesahan oleh ketua umum," terang Ical.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(bal/mpr)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
77%
Kontra
23%