Jumat, 19/10/2012 07:58 WIB

Melongok Ruang Kerja Wagub DKI yang Ingin Diperkecil Ahok

Rini Friastuti - detikNews
Halaman 1 dari 2
Ruang kerja Basuki Tjahaja Purnama (Foto: ahok.org)
Jakarta - Wuss..! Udara sejuk sangat terasa ketika wartawan menyambangi ruang Wakil Gubernur DKI di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (17/10/2012). Bermaksud meminta keterangan seputar kegiatan yang dilakukannya di Balai Kota, semua wartawan di Balai Kota diundang untuk mewawancarai sang Wagub Basuki Tjahaja Purnama.

Masuklah para wartawan di ruang tunggu di depan ruang kerja pria yang akrab disapa Ahok ini, di lantai 2 Gedung Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

"Santai saja ya. Saya makan siang dulu, setelah itu kita bisa ngobrol-ngobrol di ruangan saya," ujar Ahok yang ketika itu baru saja menyelesaikan silaturahim dan pemberian arahan pada jajaran PNS di lingkungan Pemprov DKI yang dilakukan sejak pukul 07.30 WIB pagi itu.

Setelah makan siang, para wartawan dipanggil staf Wagub DKI menemui Ahok di ruang kerjanya, berpapasan langsung dengan ruangan gubernur, Joko Widodo. Ketika kami masuk, hawa sejuk langsung menyerbu kulit kami yang memang kegerahan karena seharian mengikuti jadwal Ahok yang super padat.

"Masuk aja, silakan masuk. Kita bisa ngobrol di sini," ujar Ahok sambil menunjuk kursi tamu yang berada di depan meja kerja Wakil Gubernur.

Ruangan bercat putih 10 x 8 m ini memang menyiratkan kesan yang cukup luas dan 'wah'. Dengan interior bergaya minimalis, ruang wakil gubernur ini memiliki fasilitas yang sangat lengkap.

Di samping sofa kulit berwarna hitam serta karpet tebal bermotif persia berwarna cokelat muda kombinasi merah marun yang sangat nyaman di kaki, ruangan bercat putih itu juga dilengkapi dengan meja bundar dan beberapa kursi kerja di sebelah kanan sofa. Ada pula meja kerja dan satu set komputer, bendera Merah Putih di sudut kiri ruangan, satu set TV LCD 49 inchi. Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(nwk/vit)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%