Detik.com News
Detik.com
Kamis, 18/10/2012 19:21 WIB

Ketua MA: Hakim Puji Suka Karaoke di 'Tempat Tidak Layak'

Rivki - detikNews
Ketua MA: Hakim Puji Suka Karaoke di Tempat Tidak Layak Hakim PW
Jakarta - Ketua Mahkamah Agung (MA), Hatta Ali mengatakan, hakim Puji Widjayanto gemar berkaraoke. Tetapi, aktifitas karaoke yang dilakukan hakim 'nyabu' ini dilakukan di tempat yang dianggap tabu oleh ketua MA.

"Dia sering berkaraoke ditempat-tempat yang tidak layak didatangi para hakim," kata Hatta Ali di acara Peresmian Pengukuhan Pengurus Ikatan Alumni Universitas Airlangga, di Hotel Sultan, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Kamis (18/10/2012).

Namun, Hatta Ali enggan merinci apa yang dimaksud tempat yang tidak layak didatangi para hakim itu. Dia menjelaskan, akibat hobi karaoke itu, hakim Puji kerap didemosi (penurunan) jabatannya.

"Dia demosi karena suka karaoke, dulu dia Kepala Pengadilan Negeri Sabang lalu kita demosi menjadi hakim non palu di PN Jayapura," tutur pria yang hobi main golf ini.

Lanjut, Hatta menambahkan bahwa hakim Puji sendiri pernah dites urine pada tahun ini terkait aduan tentang penggunaan narkoba. Namun hasil tes urine itu tidak terbukti.

"Dia pernah dites urine tahun ini tapi negati. Mungkin karena sudah lama makanya dia tidak terbukti," ungkapnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(rvk/fdn)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%