Detik.com News
Detik.com
Kamis, 18/10/2012 12:35 WIB

Hari Ketiga Jokowi

Jokowi Ubek-ubek Rusunawa Marunda di Kampung Si Pitung

Ray Jordan - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jokowi Ubek-ubek Rusunawa Marunda di Kampung Si Pitung
Jakarta - Pesona Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyihir penghuni Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Marunda. Jokowi berjanji memperbaiki rusunawa yang terletak di Kampung Si Pitung, Jakarta Utara, itu.

Pengamatan detikcom, Kamis (18/10/2012), Jokowi yang mengenakan kemeja warna putih, dan sepatu kanvas ini berkeliling di lantai dasar Rusunawa Marunda.

Ia meninjau bangunan rusunawa yang terletak 100 meter dari Kampung Si Pitung, pendekar asal Betawi.

"Pak Jokowi...Pak Jokowi!" teriak penghuni rusunawa. Penghuni rusunawa menyambut hangat orang nomor 1 di Jakarta itu.

Pria berumur 56 tahun itu lalu menyapa warga, bercengkrama bahkan melayani permintaan foto bersama dan bersalaman.

"Senang bisa didatangi Pak Jokowi. Semoga bisa mengerti keluhan warga di sini. Saya berharap rusun dirapikan saja," kata seorang penghuni rusunawa, Santi (30), sumringah.

Santi sudah menghuni rusunawa selama 1 tahun.
"Tinggal di sini aman tetapi akses ke pasar dan sekolah jauh, harus naik angkot," keluh dia.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(aan/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%