Rabu, 17/10/2012 03:46 WIB

Laporan dari Seoul

Demam K-Pop Dongkrak Volume Penumpang Garuda Jakarta-Seoul

Ari Saputra - detikNews
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta - Demam Korean Pop (K-Pop) ternyata turut dongkrak jumlah penumpang dari Jakarta ke Korea maupun sebaliknya. Seperti terpantau dari penerbangan maskapai Garuda Indonesia yang melayani langsung Jakarta ke Seoul dan Seoul-Jakarta, terjadi peningkatan hingga 42 persen dari tahun lalu.

"Terdapat pengaruh signifikan (akibat K-Pop). Kita ikut sponsori berbagai artis Korea saat manggung ke Jakarta, sehingga Korea semakin dikenal (di Jakarta). Penumpang ke Korea ikut melonjak, baik ke Seoul maupun ke Jeju Island," kata General Manager Garuda Indonesia for Korea, Dewa Rai di kantornya di kawasan Da-Dong, Jungg-gu, Seoul, Korea Selatan, Selasa (16/10/2012)

Menurut data Garuda, kenaikan jumlah penumpang hingga September lalu telah melonjak 29 persen dari tahun sebelumnya. Bila 2011 pada bulan yang sama mencapai 35.387 penumpang, sampai September 2012 telah menembus 45.593 penumpang.

"Kami targetkan hingga akhir tahun naik hingga 66.777 penumpang atau terdapat kenaikan naik 35 persen untuk penerbangan Seoul ke Jakarta. Salah satu caranya kami akan mengundang 30 agen perjalanan untuk mengadakan table top dengan agen perjalanan terbaik disini. Supaya terdapat kesepahaman soal pariwisata, akomodasi dan hal yang mendukung (wisata). Dampaknya tentu untuk meningkatkan volume penumpang," imbuh Rai.

Sebaliknya, penerbangan ke Jakarta masih didominasi untuk aktivitas bisnis. Sementara warga Korea lebih suka ke Bali untuk urusan berwisata.

"Jakarta lebih berpotensi karena Indonesia lebih dikenal di Korea dalam hal investasi. Warga Korea ke Jakarta masih jarang untuk turisme, banyak bisnis. Sebab 3.000 perusahaan Korea baik skala menengah maupun besar berada di Jabodetabek," tandas Rai.

Saat ini, menurt Rai, pesaing terdekat untuk rute yang sama masih ditempel Korean Air.

"Korean Air masih mendominasi. Mereka mempunyai 11 kali penerbangan langsung ke Jakarta, kita 7 kali seminggu. Kami akan terus melakukan promosi dan berbagai kegiatan lain untuk merebut pasar. Secara kualitas pelayanan, kita mampu bersaing (dengan maskapai lokal)," tukas Dewa Rai yang telah menetap di Korsel sejak pertengahan 2011 lalu.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(Ari/fjr)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%