detikcom
Selasa, 16/10/2012 14:47 WIB

Kasus Hambalang, Andi Mallarangeng: Saya Tak Pernah Menerima Apapun

Luhur Hertanto - detikNews
Jakarta - Menpora Andi Mallarangeng menegaskan dirinya tidak pernah menerima dan meminta apapun dalam proyek Hambalang. Andi membantah keterangan tersangka kasus Hambalang, Dedi Kusnidar yang mengakaitkan soal proyek Hambalang dengan dirinya.

"Pokoknya sya menjalankan tugas sebagai menteri sebaik-baiknya. Saya tidak pernah meminta atau menerima apapun, karena itu kita serahkan semuanya kepada proses hukum, biar semua jelas persoalannya," kata Andi di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (16/10/2012).

Dedi Kusnidar adalah Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora. Dalam keterangannya kepada wartawan dia selalu menyebut atasannya yang tahu soal proyek Hambalang itu.

"Tidak ada yang dikorbankan. Pokoknya saya dan seluruh jajaran Kementerian Pemuda dan Olahraga selalu siap bekerjasama penuh dengan KPK dalam proses hukum. Pokoknya kita serahkan proses hukum di proses hukum kan bisa dilihat, semua prosesnya biar jelas persoalannya, biar tuntas," urai Andi.

Andi melanjutkan, setiap orang dalam tugasnya memiliki tanggung jawab masing-masing. Tapi yang penting, tambah Andi, jangan menyalahgunakan kewenangan-kewenangan.

"Ya sekarang masih dalam proses toh, biarlah diproses secara hukum biar jelas semuanya. Pokoknya kita serahkan semua kepada proses hukum," urainya.

(lh/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
72%
Kontra
28%