Detik.com News
Detik.com
Senin, 15/10/2012 15:34 WIB

Polisi & Pencuri Motor Baku Tembak di Yogya, Briptu Ardian Terluka

Edzan Raharjo - detikNews
Polisi & Pencuri Motor Baku Tembak di Yogya, Briptu Ardian Terluka Ilustrasi/detikcom
Yogyakarta - Polisi dan pencuri motor terlibat baku tembak di Sleman, Yogyakarta. Seorang polisi terluka dan dilarikan ke rumah sakit.

Kejadian bermula saat Briptu Ardian Setiadi (29) dan dua anggota Polresta Yogyakarta menggerebek dua pencuri motor di sebuah perkampungan di Sorogenen, Maguwoharjo, Sleman, Senin (15/10/2012) sekitar pukul 11.00 WIB. Operasi mereka diketahui pencuri.

"Briptu Ardian terluka di bagian pergelangan tangan akibat tembakan pelaku curanmor (pencurian kendaraan bermotor)," kata Direskrimum Polda DIY Kombes Kris Erlangga di RS Bhayangkara Yogyakarta, di Jalan Solo.

Kris menjelaskan, sebelum menangkap pelaku, polisi melepaskan tembakan peringatan. Ternyata salah satu pencuri membawa senjata api dan melawan. Tembakannya mengenai pergelangan tangan Briptu Ardian.

Tidak diketahui seberapa parah luka yang dialami Briptu Ardian. Erlangga hanya menyebut anggota Polresta Yogyakarta tersebut harus dioperasi, karena ada serpihan peluru di pergelangan tangan. RS tempat perawatan dijaga ketat.

Satu pencuri berhasil ditangkap, seorang lainnya melarikan diri. Dari tangan keduanya, polisi mengamankan sepucuk senpi jenis revolver, linggis, dan kendaraan bermotor.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(try/nwk)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Segera Revisi PP Ganti Rugi Salah Tangkap Rp 1 Juta!

Ganti rugi Rp 1 juta bagi korban salah tangkap dinilai sudah tidak layak lagi. Ahli pidana UII Dr Mudzakkir mengatakan PP No 27 Tahun 1983 memuat ketentuan yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Untuk itu, Dr Mudzakkir mengusulkan PP itu harus diubah dan memasukkan ganti rugi sesuai dengan kurs terkini. Bila Anda setuju dengan usulan Dr Mudzakkir, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%