detikcom
Senin, 15/10/2012 11:16 WIB

Iran Ciptakan Pesawat Pengebom Tanpa Awak

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Pesawat tanpa awak milik Iran, Karrar (Press TV)
Teheran, - Militer Iran tengah menciptakan sebuah pesawat tanpa awak yang memiliki kemampuan untuk mengebom. Hal ini dilakukan dalam rangka memperkuat pertahanan udara Iran.

Disampaikan oleh pejabat senior militer Iran, Brigadir Jenderal Farzad Esmaili, pesawat tanpa awak atau yang juga disebut unmanned aerial vehicle (UAV) ini merupakan jenis pesawat jarak jauh. Pesawat tanpa awak ini diberi nama 'Hazem'.

Komandan Markas Pertahanan Udara Khatam al-Anbiya Iran tersebut menyatakan, pesawat tak berawak ini akan digunakan dalam operasi penargetan dan identifikasi, juga untuk mengangkut kargo ketika dibutuhkan. Esmaili juga menambahkan, pesawat tanpa awak ini tidak dibuat secara khusus untuk membawa rudal, namun di dalamnya bisa memuat bahan peledak.

Demikian seperti dilansir Press TV, Senin (15/10/2012).

Dalam beberapa tahun terakhir, Iran mampu membuat pencapaian besar dalam sektor pertahanannya. Negara ini mampu menciptakan dan memproduksi sendiri peralatan dan sistem militernya.

Sebelumnya, pesawat tanpa awak buatan Iran bernama Karrar diluncurkan pada Agustus 2010 lalu. Karrar memiliki kemampuan untuk membawa sejumlah roket dan menembakkannya ke sasaran yang ada di daratan. Pesawat ini juga mampu terbang jarak jauh dengan kecepatan tinggi dan mampu menyaring informasi dari udara.

Kemudian pada September 2012 lalu, Iran juga meluncurkan pesawat tak berawak yang bernama Shahed 129. Pesawat ini mampu memiliki kemampuan terbang selama 24 jam nonstop dan mampu melakukan misi tempur dan pengeboman.

Otoritas Iran telah berulang kali menegaskan kepada negara-negara lain di dunia, bahwa militernya tidak berniat memberi ancaman kepada negara lain. Iran menyatakan bahwa sistem pertahanannya difokuskan pada upaya pencegahan.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(nvc/ita)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
67%
Kontra
33%
MustRead close