detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 09:02 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 15/10/2012 11:16 WIB

Iran Ciptakan Pesawat Pengebom Tanpa Awak

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Pesawat tanpa awak milik Iran, Karrar (Press TV)
Teheran, - Militer Iran tengah menciptakan sebuah pesawat tanpa awak yang memiliki kemampuan untuk mengebom. Hal ini dilakukan dalam rangka memperkuat pertahanan udara Iran.

Disampaikan oleh pejabat senior militer Iran, Brigadir Jenderal Farzad Esmaili, pesawat tanpa awak atau yang juga disebut unmanned aerial vehicle (UAV) ini merupakan jenis pesawat jarak jauh. Pesawat tanpa awak ini diberi nama 'Hazem'.

Komandan Markas Pertahanan Udara Khatam al-Anbiya Iran tersebut menyatakan, pesawat tak berawak ini akan digunakan dalam operasi penargetan dan identifikasi, juga untuk mengangkut kargo ketika dibutuhkan. Esmaili juga menambahkan, pesawat tanpa awak ini tidak dibuat secara khusus untuk membawa rudal, namun di dalamnya bisa memuat bahan peledak.

Demikian seperti dilansir Press TV, Senin (15/10/2012).

Dalam beberapa tahun terakhir, Iran mampu membuat pencapaian besar dalam sektor pertahanannya. Negara ini mampu menciptakan dan memproduksi sendiri peralatan dan sistem militernya.

Sebelumnya, pesawat tanpa awak buatan Iran bernama Karrar diluncurkan pada Agustus 2010 lalu. Karrar memiliki kemampuan untuk membawa sejumlah roket dan menembakkannya ke sasaran yang ada di daratan. Pesawat ini juga mampu terbang jarak jauh dengan kecepatan tinggi dan mampu menyaring informasi dari udara.

Kemudian pada September 2012 lalu, Iran juga meluncurkan pesawat tak berawak yang bernama Shahed 129. Pesawat ini mampu memiliki kemampuan terbang selama 24 jam nonstop dan mampu melakukan misi tempur dan pengeboman.

Otoritas Iran telah berulang kali menegaskan kepada negara-negara lain di dunia, bahwa militernya tidak berniat memberi ancaman kepada negara lain. Iran menyatakan bahwa sistem pertahanannya difokuskan pada upaya pencegahan.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(nvc/ita)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%