detikcom
Senin, 15/10/2012 10:17 WIB

Tokoh-tokoh Bicara Jokowi

M Iqbal - detikNews
Halaman 1 dari 5
Foto: detikcom
Jakarta - Joko Widodo (Jokowi) hari ini akan dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017 bersama wakilnya Basuki Tjahaja Purnama. Nama Jokowi terus melejit seiring keberhasilannya menduduki DKI-1 mengalahkan rival terberatnya, Fauzi Bowo. Apa komentar tokoh-tokoh bangsa tentang Jokowi?

1. Susilo Bambang Yudhoyono

Kemenangan Jokowi rupanya mencuri hati orang nomor 1 di negeri ini, Presiden SBY. Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu menghubungi Jokowi pada malam di hari pemungutan suara putaran dua berlangsung, yaitu 20 September 2012.

SBY menelepon Jokowi untuk mengucapkan selamat atas kemenangan Jokowi-Ahok di putaran dua Pilgub DKI, meski saat itu kemenangan Jokowi-Ahok masih dalam versi hitungan cepat (quick count).

"Semalam Bapak Presiden telepon langsung menyampaikan ucapan selamat kepada Pak Jokowi atas hasil di quick count. Dalam percakapan itu Bapak Presiden menekankan keamanan Jakarta adalah baromoter nasional," kata Jubir Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, di kediaman pribadi Presiden SBY di Cikeas, Bogor, (21/9).

Menurut SBY seperti dituturkan Julian, sangat penting Jokowi menjaga suasana aman terus kondusif. Sebab bila terjadi gangguan keamanan serius, maka dampaknya bisa merembet cepat ke daerah lain.

"Presiden memastikan jajaran TNI, Polri dan pemerintah pusat selalu siap membantu Pemprov DKI Jakarta menjaga suasana Jakarta yang kondusif ," sambung Julian.Next

Halaman 1 2 3 4 5

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(bal/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
53%
Kontra
47%