detikcom
Minggu, 14/10/2012 20:54 WIB

Updated

Jenazah Pria yang Tercebur Kali di Cengkareng Saat Pacaran Ditemukan

Septiana Ledysia - detikNews
Jakarta - Sepasang kekasih yang sedang pacaran di atas pipa listrik yang membentang di atas kali, tercebur ke Kali Cengkareng Drain. Remaja perempuan telah ditemukan sebelumnya. Sedangkan kekasih remaja tersebut ditemukan beberapa jam kemudian. Dia sudah tidak bernyawa.

"Sudah diketemukan mayat. Seorang laki laki (pasangan remaja terjatuh/ tercebur pada hari Sabtu malam Minggu pukul 22.00 WIB kemarin)," terang Kapolsek Cengkareng, Kompol Ruddy, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (14/10/2012).

Pria tersebut diketahui bernama Putut Wasito Aji, berumur 19 tahun. Dia tinggal di Kembangan Utara. Saat ditemukan, dia mengenakan celana jeans hitam dan lengan panjang hitam. Jenazahnya ditemukan pukul 17.30 WIB.

"TKP di kali Cengkareng Drain, Kapuk, Tanggul Barat RT 019 RW 012, Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat. Pada tubuh korban tidak diketemukan tanda-tanda penganiayaan," jelas Ruddy.

Sebelumnya diberitakan Pada Sabtu 13 Oktober 2012 pukul 22 WIB sepasang kekasih dilaporkan tercebur di sungai. Remaja perempuan yang terjatuh bernama Rosmala, berusia 14 tahun. Diketahui dia tinggal di Kembangan Utara.

"Jadi keduanya, pasangan itu sudah ditemukan semuanya. Keduanya sudah nggak ada (meninggal)," ucap Ruddy.
(vit/try)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel