detikcom
Minggu, 14/10/2012 13:54 WIB

Novi Amilia Masih Dengar Bisikan Gaib, Tapi Tak Lagi Terganggu

Danu Damarjati - detikNews
Jakarta - Novi Amilia mengendarai Honda Jazz-nya dalam keadaan hampir bugil saat menabrak 7 orang di Taman Sari, Jakarta Barat. Dia sebelumnya mengaku disuruh oleh suara gaib untuk melepas baju. Saat ini bisikan gaib terdengar, tapi Novi tak lagi terganggu.

"Bisikan itu masih ada, tapi sudah tidak mengganggu," ujar kuasa hukum Novi, Chris Sam Siwu, di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Minggu (14/10/2012).

Hingga saat ini belum ada keluarga yang menjenguk Novi di RS. Namun menurut Chris, keluarga Novi sudah berencana terbang dari Medan ke Jakarta.

"Keluarga belum ada yang datang, rencananya besok malam atau Selasa pagi," sambungnya.

Sebelumnya, Novi menabrak 7 orang, dua di antaranya anggota polisi yang sedang bertugas di perempatan Jl Ketapang, Taman Sari, Jakarta Barat pada Kamis (11/10) pukul 17.00 WIB. Perempuan berkulit putih itu juga menabrak penjual siomay dan penjual kopi yang sedang menyeberang jalan, serta 3 pengguna jalan. Kepada polisi, Novi Amalia (25) mengaku mengalami halusinasi setelah menenggak miras jenis Chivas dan pil ekstasi.

(vit/try)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel