detikcom
Sabtu, 13/10/2012 20:07 WIB

Grasi Bagi Terpidana Kasus Narkoba, Priyo: Itu Mengejutkan Kita Semua

Salmah Muslimah - detikNews
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan grasi bagi gembong narkoba. Langkah hukum yang diambil presiden itu mengejutkan berbagai pihak.

"Mengejutkan kita semua, keputusan yang mendadak, saya terperanjat," kata Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso, di DPP Golkar Jalan Anggrek Neli, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu (16/10/2012).

Menurut Priyo, permasalahan narkoba di Indonesia sudah masuk tahap gawat darurat. Namun memang ada perbedaan cara pandang mengenai hukuman mati.

Ia berharap, soal hukuman mati ini harusnya digarap dalam tatanan aturan hukum yang tegas. "Mazhab hukuman mati segera dibahas dan dibahas di revisi KUHAP," tegasnya.

Seperti diketahui, anggota trio gembong narkoba sindikat internasional Deni Setia Maharwa alias Rapi Mohammed Majid lolos dari vonis hukuman mati berkat grasi Presiden SBY. Hukumannya kini penjara seumur hidup.

Deni mencoba menyelundupkan narkoba ke London pada 12 Januari 2000 sesaat sebelum berangkat dengan pesawat Cathay Pacific lewat Bandara Soekarno-Hatta. Pada 22 Agustus 2000, Pengadilan Negeri (PN) Tangerang menghukum Deni dengan hukuman mati. Putusan ini dikuatkan hingga putusan kasasi MA yang dijatuhkan pada 18 April 2001.


Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(mok/mok)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%