Sabtu, 13/10/2012 19:24 WIB
PDIP Tunggu Kesungguhan Nanan Maju dalam Pilgub Jabar
"Kita tunggu Pak Nanan serius ingin maju di Pilgub Jabar atau tidak," kata Ketua F-PDIP, Puan Maharani, di sela Rakernas II PDIP, di Imperial Ballroom, Surabaya, Sabtu (13/10/2012).
Sebenarnya saat ini batas waktu pendaftaran bakal calon kontestan Pilgub Jabar sudah DPW PDIP Jabar tutup. Bahkan sudah pula menghasilkan tiga orang yang lolos seleksi internal dari 10 orang yang mendaftarkan diri.
Namun khusus untuk Nanan Sukarna, PDIP sudah pula memberikan kelonggaran. Yaitu dengan mendaftarkan diri secara langsung kepada DPP DPIP di Jakarta, tidak perlu ke DPW PDIP Jabar yang berada di Bandung.
"Nah sampai saat ini belum mendaftar juga ke DPP PDI Perjuangan," sambung Puan.
Namun demikian Putri dari Megawati Soekarnoputri ini menegaskan tidak ada paksaan kepada Nanan Sukarna untuk mengikuti Pilgub Jabar melalui PDIP sebab jelas yang bersangkutan bukan kader PDIP. Di samping ini dapat dipahami bila Nanan masih ingin melanjutkan kariernya di jajaran Polri.
"Beliau ini kan Wakapolri, tentu saja bisa naik menjadi Kapolri. Tapi kami mempunyai tahapan dan mekanisme yang harus diikuti setiap calon yang memang mau maju melalui PDI Perjuangan," tegas Puan yang juga menjadi Ketua Panitia Pusat Kongres II PDIP di Surabaya.
(roi/lh)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Polri Tugasnya untuk Kemanusiaan, Bukan Berbisnis!
651 share this. -
Wanita Muda di Semarang Ditemukan Tewas dengan Luka di Tubuhnya
498 share this. -
Korea Utara Kembali Uji Rudal Jarak Pendek Keempatnya
350 share this. -
Korban Runtuhan Tambang Freeport di Papua Bertambah Jadi 8
292 share this. -
Pencopet Tewas Tertabrak Busway usai Beraksi di Bogota
272 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Senin, 20/05/2013 14:21 WIB
Noriyu: 16 RS Mundur, Jokowi Harus Legowo Katakan KJS Belum Siap
-
Senin, 20/05/2013 14:16 WIB
4 Sentilan Pedas Sefti terhadap Selingkuhan Fathanah
-
Senin, 20/05/2013 14:09 WIB
Kisah Jaksa Brebes Mengejar Aset Koruptor Rp 17 Juta Selama 20 Tahun
-
Senin, 20/05/2013 14:02 WIB
Mabes Polri Minta Aiptu LS Kooperatif dalam Pemeriksaan
-
Senin, 20/05/2013 14:00 WIB
iPad di Sel Lapas Sukamiskin, Anggota Komisi III: Kalapas Harus Disanksi
-
Senin, 20/05/2013 13:25 WIB
Ini Kisah 6 Mobil Luthfi Hasan yang Belum Terungkap
-
Senin, 20/05/2013 13:11 WIB
BBM yang Ditimbun Aiptu Labora Lebih Besar dari Kuota Pertamina
-
Senin, 20/05/2013 11:20 WIB
Waduk Pluit Dikeruk Lagi, Ahok: Itu Mau Buat Limbah Bukan Kafe
-
Senin, 20/05/2013 11:46 WIB
Dokter: Orang Kaya Royal Bayar Ultah, Tapi Masih Pakai Jamkesda
-
Senin, 20/05/2013 13:29 WIB
Kata Hidayat Tentang Pertemuannya dengan Fathanah di Pesawat ke Medan
-
Senin, 20/05/2013 12:20 WIB
Kalah Top dari Jokowi, Ical Terus Gencarkan 'Serangan Udara'
-
Senin, 20/05/2013 13:00 WIB
Tidak Ditemukan HP, Tapi Ditemukan Tumpukan SimCard di Sel Agusrin
-
Senin, 20/05/2013 13:42 WIB
Keluarga Bocah Korban Sodomi Minta Oknum Brimob Dipecat
-
351 Komentar
-
234 Komentar
-
228 Komentar
-
212 Komentar
-
210 Komentar
-
209 Komentar
-
201 Komentar
-
173 Komentar
-
Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,837.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Senin, 20/05/2013 13:11 WIB
Assad: AS Tidak Benar-benar Menginginkan Solusi Atas Krisis Suriah
-
Senin, 20/05/2013 13:09 WIB
Rekap Absensi Anggota DPR, BK Segera Surati Pimpinan Fraksi
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer


.gif)





_5.gif)






Di balik nikmatnya kopi-kopi yang terseduh di kafe, ada seorang pencicip kopi yang menjadi ujung tombak dari cita rasa kopi. Contohnya Yusianto, salah satu pencicip kopi bersertifikat internasional pertama di Indonesia. Lidahnya bisa dibilang 'senjata' untuk mendapatkan kopi dengan cita rasa unggulan.
Dalam Forum Newsmaker Thomson Reuters di Singapura, beberapa waktu lalu, SBY lebih memilih pembangunan yang tak melulu tergantung pada sistem kapitalisme (pasar bebas) atau sosialisme (anti pasar). Jalan ketiga yang menjadi antithesis dari keduanya dianggap SBY lebih pas untuk konteks Indonesia.

