detikcom
Sabtu, 13/10/2012 19:16 WIB

Asisten Stafsus Presiden Tepis Isu Soal Narkoba yang Menyebar Lewat BBM

Rivki - detikNews
Jakarta - Asisten Stafsus Presiden, Wisnu Agung kaget diterpa kabar miring. Nama Wisnu, memang disebut broadcast message BlackBerry Messenger (BBM) terkait dengan kasus narkoba. Wisnu pun lekas-lekas membantah isu yang tidak benar tentang dirinya itu.

"Saya ada di Jakarta dan tetap ngantor. Saya juga tidak tahu ada penangkapan," kata Wisnu saat ditemui wartawan usai diskusi maritim di Jl Veteran 1, Jakpus, Sabtu (13/10/2012).

Isu itu memang merugikan Wisnu. Dalam isu yang sudah dibantah Wisnu tersebut disebutkan kalau polisi memergoki Wisnu dan temannya di sebuah apartemen. Polisi menemukan sabu di tangan kawan Wisnu bernama Yudi. Pesan lewat BBM itu beredar sejak pagi tadi.

Wisnu meyakinkan bahwa isu itu tidak benar. Salah satu buktinya, anak buah Andi Arief itu hadir dalam diskusi tentang maritim. Lebih lanjut, Wisnu enggan berkomentar, dia mengaku akan berkonsultasi dengan pimpinannya.

"Teman saya yang namanya Yudi banyak. Kalau yang ketangkap narkoba, saya nggak tahu," terang Wisnu yang memakai kemeja hitam sambil masuk ke mobil Jeep Mercy bernopol L 112 MN.



Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(rvk/ndr)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%