detikcom
Sabtu, 13/10/2012 19:13 WIB

Anggaran Gedung Baru KPK Disetujui, Priyo: Gunakan Sebaik-baiknya

Salmah Muslimah - detikNews
Jakarta - Komisi III DPR akhirnya menyetujui pembangunan gedung baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). DPR berharap KPK bisa mempergunakan dana itu sebaik-baiknya.

"Angka Rp 160 miliar (Rp 168 miliar) digunakan dana sebaik-baiknya," kata Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso, di DPP Golkar Jalan Anggrek Neli, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu (16/10/2012).

Pimpinan DPR juga berharap Komisi III bisa segera mempercepat pengiriman surat resmi kepada mereka soal anggaran KPK. Priyo berharap, hari Senin atau Selasa pekan depan surat itu bisa segera diteken oleh Pimpinan DPR.

"Diteruskan ke (Menteri) Keuangan dan presiden," lanjut Priyo.

Komisi III akhirnya sepakat mengalokasikan anggaran untuk pembangunan gedung baru KPK. Komisi bidang hukum ini menyepakati membuka blokir atas pos anggaran yang dikeluarkan Kementerian Keuangan RI untuk Gedung KPK sebesar Rp 61.099.880.000 untuk tahap pertama.

"Hasil rapat tadi malam memutuskan pembukaan blokir, pencabutan tanda bintang terkait pemblokiran alokasi anggaran tahun 2012 sebesar Rp 61.092.880.000 untuk kegiatan penyelenggaraan operasional KPK," ujar Ketua Komisi III DPR Gede Pasek Suardika, Jumat (12/10).

Dia menjelaskan, pembangunan gedung baru KPK itu akan dilakukan secara multiyears mulai tahun 2013 dengan total biaya yang diperlukan mencapai Rp 168 miliar. Pasek menilai, disepakatinya alokasi anggaran untuk gedung baru KPK diharapkan bisa meningkatkan kinerja KPK dalam memberantas korupsi.


Simak rangkuman aneka berita penting dan menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam" Pukul 0.30 WIB hanya di TransTV

(mok/lh)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%