Sabtu, 13/10/2012 18:43 WIB
Eks Napi Korupsi Kembali Pegang Jabatan, Reformasi Birokrasi Dipertanyakan
"Saya anggap ini sebagai buruknya administrasi dan birokrasi, karena pemerintah Provinsi Riau masih mengangkat mantan terpidana korupsi untuk menjadi Kepala Dinas Kelautan. Ini merupakan sebuah titik tolak untuk memperbaiki sistem kita yang selama ini memang harus berkomitmen menjadi pemerintahan yang bebas korupsi," kata peneliti Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) Jamil Mubarok saat berbincang, Sabtu (13/10/2012).
Jamil menilai, semestinya pemerintah pusat bertindak atas kejadian ini. Yang perlu dicatat, apakah tidak ada kader-kader muda di lingkungan birokrasi yang mumpuni untuk menduduki posisi itu.
"Ada pembiaran dari Pemerintah Kepri tentang tidak adanya pertimbangan jabatan dan rekomendasi yang wajar, siapa yang bisa dan tidak bisa menjadi kepala dinas," imbuhnya.
Jamil berharap pemerintah pusat turun tangan melakukan peninjauan kembali langkah ini. "Saya berharap pejabat yang mengangkat harus diusut, karena menurut saya disini ada penyelewengan kewenangan dalam birokrasi," urainya.
Beberapa waktu lalu jubir Kemendagri Reydonnyzar Moenoek pernah berkomentar soal pengangkatan Azirwan itu. Dari sisi kepantasan dan kepatutan memang harus dievaluasi pengangkatannya.
"Kalau di atas empat tahun maka akan kehilangan jabatan. Tapi ini tidak. Jadi sebenarnya tak ada yang dilanggar," tegas jubir yang akrab disapa Donny itu.
Sedang pihak Pemprov Kepri juga pernah memberi pernyataan bahwa Azirwan sudah clear dan tidak bermasalah.
Simak Rangkuman Beragam Peristiwa Penting dan Menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam", pukul 01.00 WIB Hanya di TransTV
(ndr/gah)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
4.564 Siswa Tak Lulus UN di Sumut
1,987 share this. -
Anggota Komisi X Ragu Kelulusan UN Hasil Kejujuran Siswa
1,045 share this. -
Napi Tato Tweety Jual Sabu: Di Penjara Tak Ada yang Gratis
690 share this. -
Sebut Ahok Cina, Farhat Abbas Jadi Tersangka
683 share this. -
Tabrak Polisi Saat Konvoi UN, 3 Siswi Diburu Hingga ke Kolong Ranjang
620 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Jumat, 24/05/2013 19:08 WIB
Rumah Polisi yang Bunuh Diri di Pulogadung Dipasangi Police Line
-
Jumat, 24/05/2013 18:59 WIB
Konvoi Kelulusan UN di Semarang Dirazia, Siswa Ditahan di Taman Bermain
-
Jumat, 24/05/2013 18:55 WIB
Penyebab Bripka Jeremmy Bunuh Diri Diduga Karena Stres
-
Jumat, 24/05/2013 18:50 WIB
Anggota Jatanras Polda Metro yang Bunuh Diri Adalah Penyidik Terbaik
-
Jumat, 24/05/2013 18:47 WIB
Sidang Irjen Djoko
Sukotjo Diperintahkan Budi Susanto dan Teddy Gelembungkan Harga Simulator
-
Jumat, 24/05/2013 19:16 WIB
Kronologi Bunuh Diri Anggota Jatanras Polda Metro Jaya di Pulogadung
-
Jumat, 24/05/2013 18:39 WIB
Kader PKS Wajib Setor Uang ke Partai, Kalau Tidak Setor Ada Sanksinya
-
Jumat, 24/05/2013 18:55 WIB
Penyebab Bripka Jeremmy Bunuh Diri Diduga Karena Stres
-
Jumat, 24/05/2013 17:46 WIB
Ini Penjelasan Gamblang Busyro untuk Kader PKS Soal Kasus Luthfi
-
Jumat, 24/05/2013 18:50 WIB
Anggota Jatanras Polda Metro yang Bunuh Diri Adalah Penyidik Terbaik
-
Jumat, 24/05/2013 18:21 WIB
Bela Jokowi, PDIP: Interpelasi DPRD DKI Berlebihan
-
Jumat, 24/05/2013 17:12 WIB
Jadi Tersangka Sebut Ahok Cina, Farhat: Harusnya Perkara ini Didamaikan
-
Jumat, 24/05/2013 17:55 WIB
Busyro: PKS Bukan Partai Malaikat!
-
546 Komentar
-
364 Komentar
-
221 Komentar
-
218 Komentar
-
216 Komentar
-
205 Komentar
-
198 Komentar
-
145 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Jumat, 24/05/2013 16:40 WIB
Bandara Heathrow Ditutup Pasca Pesawat British Airways Mendarat Darurat
-
Jumat, 24/05/2013 16:37 WIB
Eks Panglima TNI Djoko Santoso Siap Maju Jadi Capres 2014
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer
















Made Tantrawan (21), mahasiswa Fakultas MIPA UGM memiliki catatan prestasi yang luar biasa. Ia menjadi langganan juara olimpiade internasional dan kini lulus dengan sempurna. Apa resepnya?
Perlawanan para koruptor memang bervariasi. Sejak pertama kali pemberantasan korupsi dilakukan pada permulaan revolusi di Indonesia, tahun 1957, perlawanan sudah terjadi. Perlawanan para koruptor sudah merupakan hukum besi. Hukum perlawanan adalah hukum kemestian.
