detikcom
Sabtu, 13/10/2012 12:17 WIB

Polri: Kalau Polisi Minta Uang, Ceramahi Saja!

Salmah Muslimah - detikNews
Jakarta - Anda kena tilang lalu dimintai uang oleh aparat polisi? Jika iya, Polri berpesan Anda sebaiknya menceramahi saja si polisi 'nakal' itu.

"Kalau perlu, Bapak Ibu tegur saja polisi itu. Bapak, kalau terima uang dari saya berarti Bapak melakukan suap dan Bapak korupsi. Di sini kan banyak ustadz. Diceramahin saja Pak polisinya," kata Karo Penmas Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar seraya mencontohkan.

Wejangan itu disampaikan Boy di diskusi KPK Vs Polri di Wisma Antara, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu (12/10/2012).

Boy mengatakan pemberian sesuatu kepada aparat kepolisian berkaitan dengan sebab akibat. Salah satunya, saat masyarakat terkena tilang oleh aparat kepolisian.

"Karena tidak mau repot akhirnya masyarakat memberikan sesuatu lah yang bisa dikategorikan suap," kata dia.

"Sekarang kita mohon dukungan masyarakat, kalau polisi mencoba minta uang tolong diceramahi. Jadi polisi yang amanah, mau masuk surga, apa neraka?" ujar Boy.

Dengan begitu, menurut Boy, kebiasaan pemberian sesuatu pada aparat negara bisa dihentikan.

Kan takut Pak? "Tidak perlu takut sama polisi yang seperti itu. Sekarang bukan zamannya," jawab Boy.



Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(aan/ndr)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%