Sabtu, 13/10/2012 11:08 WIB
Laporan dari Jepang
Cara Amplop Bertahan di Tengah Gempuran Email dan Social Media
Haguruma Envelope, salah satu perusahaan yang memproduksi amplop di kota Sakai, Jepang, memiliki trik khusus agar tetap bisa bersaing di tengah gempuran media sosial dan email. Mereka menggunakan inovasi-inovasi kreatif dan sentuhan historis yang unik agar menarik hati konsumen.
"Kami sadar, cara komunikasi sekarang serba instan, tapi kami yakin masih bisa bertahan," kata Masaki, pemilik perusahaan tersebut saat dikunjungi rombongan ASEAN Weekly Committee, Sabtu (13/10/2012).
Haguruma didirikan sejak tahun 1918 oleh kakek dari Masaki. Sebagai generasi ketiga yang meneruskan usaha keluarga, Masaki sudah membuat sejumlah perubahan di perusahaan itu.
Awalnya, mereka hanya memproduksi kertas untuk kebutuhan tembok rumah-rumah Jepang. Lalu sejak 10 tahun lalu, perusahaan itu berkembang ke arah pembuatan stationary, salah satunya amplop.
Saat berkeliling di pabrik tersebut, terlihat sejumlah pekerja sedang mencetak amplop dan memproduksi kertas. Sebagian dari mereka ada yang sudah berusia lanjut, sekitar 50-60 tahun. Namun semangatnya tak terlihat kendur.
Masaki juga memadukan 50 ribu mesin modern dengan mesin tradisional yang digunakan pada tahun 1950an. Alat itu masih bekerja dengan baik dan dijadikan sebagai daya tarik pengunjung yang ingin melihat pabrik tua tersebut.
Produk yang dihasilkan Haguruma cukup menarik. Mereka memadukan warna dan desain yang kreatif. Tak heran, penjualan mereka pun tetap tinggi di kota Osaka dan Tokyo.
Kenapa Masaki tetap yakin produknya laku? Rupanya, pria yang fasih berbahasa Inggris ini punya filosofi tersendiri.
"Setiap orang tidak mungkin makan fast food setiap hari kan? Begitu juga dengan email dan social media. Kami yakin ada titik di mana orang akan menggunakan amplop dan media komunikasi lama di momen tertentu," kata Masaki.
(mad/ndr)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Tentara Inggris yang Dibunuh dengan Sadis Bernama Lee Rigby
189 share this. -
4.564 Siswa Tak Lulus UN di Sumut
0 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Jumat, 24/05/2013 01:55 WIB
Komisi I Sebut Ada Kepentingan Kapitalisme Global di Balik OPM
-
Jumat, 24/05/2013 01:45 WIB
Bea dan Cukai: Kapal Patroli Justru Diserang KM Wahyu
-
Jumat, 24/05/2013 01:26 WIB
Warteg dan Toko Kompor di Cawang Terbakar
-
Jumat, 24/05/2013 01:04 WIB
4.564 Siswa Tak Lulus UN di Sumut
-
Jumat, 24/05/2013 00:45 WIB
Tingkat Kelulusan UN di Kaltim Hampir Mencapai 100 Persen
-
Jumat, 24/05/2013 00:02 WIB
Raba Bokong Perempuan di TransJ, Pria Ini Dibawa ke Kantor Polisi
-
Jumat, 24/05/2013 00:16 WIB
Tentara Inggris yang Dibunuh dengan Sadis Bernama Lee Rigby
-
Kamis, 23/05/2013 14:28 WIB
Sesal Ibunda Darin Kepada Luthfi Hasan
-
Kamis, 23/05/2013 08:03 WIB
Pesan Pelaku Pemenggal Tentara Inggris: Anda Tidak Pernah Aman!
-
Kamis, 23/05/2013 14:09 WIB
3 Janji Wah 'Papa' Luthfi untuk 'Mama' Darin
-
Kamis, 23/05/2013 07:03 WIB
Sadis! Seorang Tentara Inggris Dipenggal di Jalanan London
-
Jumat, 24/05/2013 01:04 WIB
4.564 Siswa Tak Lulus UN di Sumut
-
Kamis, 23/05/2013 10:39 WIB
Sedalam Apa Hubungan Darin-Luthfi? Ini 4 Jawaban Elite PKS
-
580 Komentar
-
363 Komentar
-
217 Komentar
-
216 Komentar
-
198 Komentar
-
145 Komentar
-
136 Komentar
-
135 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,844.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Kamis, 23/05/2013 17:09 WIB
Koper Sudah Kembali, Penumpang Tetap Gugat Lion Air Rp 23 Miliar
-
Kamis, 23/05/2013 17:07 WIB
Mohammad Mu'tashim dan Suwarsono Jadi Penasihat KPK 2013-2017
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer
















Made Tantrawan (21), mahasiswa Fakultas MIPA UGM memiliki catatan prestasi yang luar biasa. Ia menjadi langganan juara olimpiade internasional dan kini lulus dengan sempurna. Apa resepnya?
Perlawanan para koruptor memang bervariasi. Sejak pertama kali pemberantasan korupsi dilakukan pada permulaan revolusi di Indonesia, tahun 1957, perlawanan sudah terjadi. Perlawanan para koruptor sudah merupakan hukum besi. Hukum perlawanan adalah hukum kemestian.
