Detik.com News
Detik.com

Jumat, 12/10/2012 17:22 WIB

Polisi: Tersangka Tawuran Mahasiswa Makassar Dendam karena Dikeroyok

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Polisi: Tersangka Tawuran Mahasiswa Makassar Dendam karena Dikeroyok Sisa tawuran di UNM kemarin (m nur abdurrahman/detikcom)
Makassar - Tersangka penusukan yang mengakibatkan tewasnya dua mahasiswa di Makassar, bertindak brutal karena sebelumnya dikeroyok. Dalam tawuran lanjutan, ia menggunakan badik dan akhirnya menusuk korban.

Kapolrestabes Makassar Kombes Kombes Erwin Triwanto menyatakan, pihaknya mengamankan kakak beradik sekitar pukul 02.00 WITA di rumah, Jalan Tanjung Raya I Makassar, Jumat (12/10/2012). Keduanya adalah mahasiswa Fakultas Seni dan Desain (FSD) Universitas Negeri Makassar.

"Barang bukti berupa identitas diri, badik, kemeja, dan lain-lain," kata Erwin kepada detikcom melalui telepon, Jumat (12/10/2012).

Erwin menjelaskan, berdasarkan keterangan korban selamat, pelaku penusukan di RS Haji berperawakan gempal, bersepeda motor, dan berkemeja kotak-kotak. Sementara dari hasil olah TKP, polisi menemukan dompet pelaku di lokasi kejadian, RS Haji Makassar.

"Dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka dendam karena sebelumnya dikeroyok," ungkap Erwin.

Tawuran yang melibatkan ratusan mahasiswa Fakultas Seni dan Desain dan Fakultas Teknik terjadi sekitar pukul 15.00 WITA, Kamis (11/10/2012) kemarin. Empat mahasiswa dilarikan ke RS Haji karena terluka kena anak panah. Diduga, pada saat inilah tersangka dikeroyok.

Meski sempat reda, tawuran terjadi lagi di dekat IGD RS Haji beberapa jam kemudian. Saat itu, para mahasiswa tengah menjenguk korban di RS. Dua orang tewas, yakni Harianto, mahasiswa Fakultas Teknik angkatan 2008 dan Rezky Munandar, mantan mahasiswa Fakultas Teknik UNM angkatan 2008 yang kini terdaftar di Universitas Islam Makassar (UIM).

Sebelumnya, tawuran terjadi di sekitar gedung Teknik Sipil, Univesitas Muslim Indonesia (UMI), Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Kamis (20/9/2012). Seorang mahasiswa Jurusan Teknik Elektro UMI, Ibrahim, tewas ditikam.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mna/try)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%