detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 07:36 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 12/10/2012 13:03 WIB

Selain Imron, MA Periksa Seluruh Hakim Pembatal Vonis Mati Bos Narkoba

Salmah Muslimah - detikNews
Halaman 1 dari 2
Hakim Agung Brigjen TNI (Purn) Imron Anwari (dok.ma)
Jakarta - Mahkamah Agung (MA) mulai memeriksa hakim Imron Anwari cs hari ini. Juru Bicara MA, Djoko Sarwoko mengatakan pemeriksaan akan dimulai dari para hakim yang memberikan vonis hingga panitera/pengetik putusan.

"Sudah dimulai hari ini mulai dari bawah dulu. Kemudian mungkin besok Senin atau Selasa. Mungkin mulai dari hakim agung Imron Anwari dan anggotanya dua orang itu," kata Djoko saat memberikan keterangan pers di ruang media center MA, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, (12/10/2012).

Menurut Djoko, Brigjen TNI (Purn) Imron Anwari sendiri yang meminta MA agar memeriksa dirinya. Hal ini karena banyaknya pemberitaan mengenai dirinya di berbagai media elektronik maupun cetak.

"Kemarin Pak Imron selaku ketua majelis karena namanya selalu disebut dalam pemberitaan maka hakim agung Imron justru meminta segera diperiksa oleh majelis hakim agung," ungkap Djoko.

Djoko mengungkapkan pihak MA sudah membentuk tim untuk memeriksa Imron. Pemeriksaan dipimpin oleh Wakil Ketua MA dan para Ketua Muda MA, Sekretaris MA dan akan dilakukan oleh Kepala Badan Pengawas MA.

Djoko menambahkan sistem pemeriksaan akan dilakukan secara maraton. Bukan hanya ketua dan anggota majelis hakim yang diperiksa tetapi juga semua pihak yang terlibat dalam pembuatan keputusan ini juga diperiksa.

"Seluruh majelis termasuk operator dan panitera pengganti itu juga akan diperiksa. Terutama putusan Hengky Gunawan dulu karena yang dipersoalkan kan itu oleh publik. Tidak tertutup kemudian akan ditanyakan juga perkara-perkara lain yang terkait dengan narkotika," tandas Djoko.Next

Halaman 1 2

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(asp/nvt)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close