detikcom
Kamis, 11/10/2012 18:46 WIB

1.096 Pemuda Ikuti Jambore Peringatan Hari Sumpah Pemuda

Nur Khafifah - detikNews
Jakarta - 1.096 Pemuda Indonesia dan negara tetangga di Asia Tenggara akan turut serta dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2012. Para pemuda tersebut akan mengikuti Jambore Pemuda Indonesia (JPI).

"Total peserta 1.096 orang dengan usia antara 18 sampai 25 tahun. Terdiri dari utusan pemuda hasil seleksi 33 provinsi di Indonesia, unsur etnis, dan perwakilan ASEAN," kata Deputi Pemberdayaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga, Alfitra Salam, di Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jalan Gerbang Pemuda No 3, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (11/10/2012).

Jambore ini bertema 'Dengan Sumpah Pemuda Kita Mantapkan Kemandirian, Kreativitas, dan Kualitas Kebangsaan Menuju Komunitas ASEAN 2015' bertempat di Palu.

"Ada tiga poin dalam tema ini, pertama memantapkan kemandirian, kreativitas agar terjamin secara baik, dan komunitas ASEAN. Kita menginginkan daya saing kita naik dalam menghadapi komunitas ASEAN dua tahun lagi," ujar Alfitra.

Pelaksanaan acara ini juga untuk mempersiapkan daya saing dan kreativitas serta kemandirian pemuda Indonesia di wilayah Asia Tenggara. Acara-acara besar yang diselenggarakan Kemenpora pun selalu mengikutsertakan negara-negara tetangga.

"Waktu dua tahun saya kira cukup pendek atau bisa jadi cukup panjang.
Namun saya kira perlu konsep yang jelas untuk persiapan. Oleh karena itu kami mengundang seluruh negara ASEAN mengikuti jambore. Kalau ada event besar, kami akan mengajak pemuda-pemuda ASEAN untuk ikut bergabung melakukan rangkaian kegiatan," tutup Alfitra.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(vid/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 02/10/2014 14:12 WIB
    Ridwan Hasan Saputra: Matematika Sulit, Itu Fitnah
    Gb Pekan lalu, media sosial dihebohkan menyusul kabar tentang tugas matematika seorang siswa sekolah dasar bernama Habibi, yang mendapat nilai merah dari gurunya. Habibi disalahkan sang guru karena menuliskan bahwa 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 = 4x6, bukan 6x4.
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
59%
Kontra
41%
MustRead close