Detik.com News
Detik.com
Kamis, 11/10/2012 14:43 WIB

Irjen Budi Gunawan Jadi Kalakhar BNN Gantikan Gories Mere?

Gede Suardana,Luhur Hertanto - detikNews
Irjen Budi Gunawan Jadi Kalakhar BNN Gantikan Gories Mere? Irjen Budi Gunawan (foto: Dikhy/detikcom)
Jakarta - Di tengah polemik KPK-Polri, beredar isu kencang terkait pergantian Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Gories Mere. Kabar beredar, Gories yang sudah masuk masa pensiun akan digantikan juniornya, Irjen Pol Budi Gunawan.

Isu ini sudah beredar empat hari lalu, namun semakin menguat hari ini. Gories yang merupakan angkatan Akpol '76 akan pensiun dalam waktu dekat. Nama Budi sudah disiapkan sebagai pengganti Gories dan disebut-sebut sudah diberikan Polri ke Istana. Bahkan ada kabar Presiden SBY sudah menandatangani Keppres pengangkatan Budi sebagai Kalakhar BNN.

Benarkah? Juru Bicara Presiden, Julian A Pasha memastikan isu itu tidak valid. Presiden SBY belum meneken Keppres pengangkatan Budi. "Setahu saya, sejauh ini belum ada di meja bapak presiden," jelas Julian saat dihubungi detikcom, Kamis (11/10/2012).

Sementara Budi Gunawan, yang saat ini menjabat Kapolda Bali, belum bisa dikonfirmasi mengenai isu ini. Sedangkan Wakapolda Bali Brigjen Pol Ketut Untung Yoga mengaku tidak tahu isu mengenai atasannya itu. "Kita tidak tahu itu. Di daerah tidak mengerti yang begitu. Tidak tahu," kata Yoga.

Isu tentang Budi Gunawan menyebar dengan cepat karena nama Budi Gunawan cukup dikenal masyarakat. Maklum, sebelumnya nama Budi Gunawan sudah pernah tersebar di banyak media sebagai salah seorang perwira tinggi yang memiliki rekening gendut alias kaya raya. Kasus rekening gendut jenderal-jenderal polisi juga belum ada tindak lanjut.

Kadiv Humas Mabes Polri yang saat itu masih dijabat Irjen Pol Saud Usman Nation memastikan tidak ada masalah dengan Budi Gunawan, termasuk rekening gendut. "Pak Budi kan sudah klarifikasi dan tidak ada masalah," jelas Saud.

Sebenarnya isu liar mengenai Budi Gunawan tidak hanya soal Kalakhar BNN. Tapi, ada yang menyebutkan bahwa Budi Gunawan akan digadang-gadang jadi Kapolri. Jabatan Kalakhar BNN yang merupakan jabatan untuk perwira tinggi bintang tiga itu hanya sebagai batu loncatan buat Budi untuk menapak karir bintang empat: kapolri.

Isu ini memang sangat simpang siur. Sebab, info lain yang beredar, nama Budi Gunawan sebenarnya sudah ditolak Istana. Karena itu, Istana akan memperpanjang tugas Gories Mere sebgaai Kalakhar BNN untuk satu tahun ke depan. Mana isu yang benar? Kita tunggu saja penjelasan Mabes Polri.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ndr/asy)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%