detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 11:28 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 11/10/2012 11:08 WIB

Komisi III Gelar Tes Makalah Bagi Calon Anggota Komnas HAM Hari Ini

M Iqbal - detikNews
Jakarta - Komisi III DPR akhirnya kembali melanjutkan tes seleksi terhadap 30 calon anggota Komnas HAM, setelah sempat tertunda. Hari ini Komisi III mulai dengan tes membuat makalah.

"Ya (hari ini) tes membuat makalah untuk 30 anggota Komnas HAM," kata anggota komisi III Aboe Bakar Al Habsy kepada wartawan, di gedung DPR, Senayan, Jakarta Kamis (11/10/2012).

Menurutnya, mekanisme tes yang akan dilangsungkan, masing-masing calon anggota komnas HAM akan diminta membuat makalah berdasarkan judul yang diacak.

"Membuat makalah dari beberapa judul nanti diambil satu," kata Aboe.

Ia menuturkan makalah yang dibuat oleh calon anggota Komnas HAM adalah terkait permasalahan HAM dan isu-isu serta penyelesaiannya. "Ya makalah seputar HAM pastinya, masa tentang KPK," ucapnya.

Pantauan detikcom, sebanyak 30 anggota calon peserta Komnas HAM telah menempati kursi di komisi III sejak pukul 10.00 WIB. Mereka duduk dengan laptop dan tag nama di depan meja masing-masing.

Tes calon anggota komnas HAM dimulai pukul 11.00 WIB dipimpin oleh ketua Komisi III Gede Pasek Suardika. Tes dimulai dengan absen dan pembagian nomor urut.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(bal/rmd)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%