detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 08:06 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 11/10/2012 10:59 WIB

Wakil Jaksa Agung: Kondisi Penegakan Hukum di Indonesia Memprihatinkan

M Rizki Maulana - detikNews
Wakil Jaksa Agung Darmono
Jakarta - Wakil Jaksa Agung Darmono, mengakui kondisi penegakan hukum di Indonesia pada saat ini dalam kondisi yang memprihatinkan. Salah satu aspek yang paling disorot adalah mengenai sistem peradilan.

"Kita tidak akan lepas pada kondisi obyektif penegakan hukum pada saat ini. Kita tahu kondisinya dalam cukup yang memprihatinkan," ujar Darmono.

Hal ini disampaikanya, dalam seminar yang bertema 'Optimalisasi Kinerja Kejaksaan dalam Rangka Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi', di Hotel Atlet Century Park, Jalan Pintu Satu Senayan, Jakarta, Kamis (11/10/2012).

Darmono menambahkan meskipun pemerintah sudah mencanangkan reformasi birokrasi, namun hal ini belum optimal. Kondisi yang memprihatinkan ini disebabkan beberapa hal. Salah satu yang disorot adalah mengenai masih buruknya sistem yang akhirnya berdampak pada kinerja seluruh birokrat di Indonesia.

"Penyebabnya adalah sistem, baik sistem hukum, sistem politik. Selain itu juga masalah profesionalisme aparat penegak hukum. Kemudian juga dengan pertanggungjawaban birokrasi, terutama pertanggungjawaban keuangan," terang Darmono.

Untuk menyikapi masalah itu menurut Darmono, harus ada perubahan. Terutama perubahan dalam kualitas sumber daya manusia, selain itu dia juga menekankan pentingnya perubahan pada pola pikir.

"Pola pikir atau mindset menjadi hal terpenting. Jadi kalau pola pikir sudah berubah, akan berimplikasi positif pada program-program lain," imbuhnya.

Oleh karena itu menurut Darmono, semua pegawai di Kejaksaan harus melakukan introspeksi. Dia mengimbau kepada seluruh jajaran di kejaksaan meningkatkan efisiensi dan efektifitas yang nantinya berujung pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Karena tingkat kepuasan belum optimal, mari kita introspeksi diri kita. Mari kita merubah diri dengan semangat reformasi," imbuhnya.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(riz/mpr)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%